3 Makanan Aman Untuk Penderita Batu Empedu

3 Makanan Aman Untuk Penderita Batu Empedu

Informasi Terkini – Kantong empedu merupakan bagian tubuh yang memiliki fungsi untuk membantu mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh dengan mengalirkan cairan empedu yang diproduksi oleh hati ke usus kecil. Namun, kantong empedu bisa mengalami masalah saat kolesterol tinggi yang menyumbat saluran empedu. Akhirnya, batu empedu pun menjadi masalah tubuh.
Batu empedu adalah penyakit yang biasanya gejalanya ditandai dengan rasa nyeri yang timbul pada perut bagian atas atau punggung belakang, mual dan muntah, serta masalah pencernaan lainnya. Untuk mengatasi penyakit ini, solusi yang utama adalah minum obat secara rutin karena penyakit ini akan sangat mengganggu aktivitas hari Anda. Selain itu, memilih asupan makanan yang tepat juga sangat diperlukan karena sebagian makanan mungkin dapat memperparah kondisi batu empedu itu.
Nah, beberapa makanan di bawah ini direkomendasikan bagi Anda yang mengalami batu empedu.
1. Sayuran dan buah-buahan
Orang dengan batu empedu perlu makan makanan yang tidak mengandung lemak. Dan, sayur dan buah adalah makanan yang mengandung banyak nutrisi dan vitamin serta bebas lemak, kecuali buah alpukat.
Bagi pasien batu empedu, perbanyak konsumsi vitamin C, kalisum, atau vitamin B yang bisa di dapatkan dari sayur dan buah, seperti jeruk, stroberi, pepaya, dan sayuran hijau. Saat akan mengonsumsinya, perhatikan pula cara mencuci dan mengolahnya agar manfaat di dalamnya tidak hilang dan dapat Anda rasakan.
2. Aneka kacang dan biji-bijian
Pasien batu empedu bisa mengonsumsi aneka kacang dengan aman, seperti tempe, tahu, dan almond. Sementara itu, biji-bijian dan roti juga perlu dikonsumsi karena mengandung tinggi serat, vitamin, dan mineral. Anda bisa memilih roti atau sereal yang dapat menjadi makanan pengganti yang sehat dan aman.
3. Susu bebas lemak
Ketika ingin mengonsumsi berbagai produk susu, perhatikan kandungan lemak di dalamnya. Pasalnya, pengidap batu empedu perlu membatasi asupan lemak yang masuk ke dalam tubuh hingga di bawah 30 persen dari total kalori yang dimiliki oleh susu.