Bawaslu Jatim Bentuk Tim Operasi Tangkap Tangan

Bawaslu Jatim Bentuk Tim Operasi Tangkap Tangan

Informasi Terkini – Bawaslu telah menyebutkan kepada seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur yang rawan sekali dengan praktek politik uang pada Pilkada Serentak tahun 2015. Hal ini berdasarkan dari pemetaan yang dilakukan oleh Bawaslu Jawa Timur.
Sufyanto, Ketua Bawaslu Jawa Timur mengatakan bahwa politik uang rawan sekali terjadi terutama pada hari pemungutan suara. “Yang paling rawan yaitu pada saat di TPS-TPS saat terjadi pemungutan suara,” papar Sufyanto pada wartawan, di Surabaya, Selasa (8/12/2015).
Politik uang juga rawan sekali terjadi pada saat distribusi formulir C6 kepada calon pemilih. “Kemungkinan banyak tim sukses yang menyelipkan stiker atau pun ajakan untuk memilih calon tertentu melalui panitia dari pilkada,” sambungnya.
Jawa Timur merupakan provinsi kedua, yang rawan praktik politik uang.
“Tingkat kerawanan Provinsi Jawa Timur bisa dibilang kategori sedang karena merupakan provinsi kedua yang rawan politik uang,” sambungnya.
Tim Bawaslu juga telah menggandeng seluruh elemen pada masyarakat, untuk mengantisipasi hal tersebut seperti perguruan tinggi dan lembaga pemantau pemilu. Mereka akan membentuk tim operasi tangkap tangan (OTT).
Tim ini akan disebar di seluruh TPS di daerah yang akan melaksanakan pilkada. “Jika ada temuan tangkap tangan (OTT) untuk langsung segera diproses di Panwaslu,” papar Sufyanto.
Pada saat ini, belum ada temuan yang signifikan terkait adanya politik uang. Hanya sebuah laporan di salah satu desa di Kabupaten Gresik, pada Minggu malam.
“Langsung, saya segera turun ke Gresik dan ternyata sudah ditangani,” tutup Sufyanto.