Art Therapy Yang Kabarnya Ampuh Banget Untuk Menghilangkan Stres! Yuk, Simak

Art Therapy Yang Kabarnya Ampuh Banget Untuk Menghilangkan Stres! Yuk, Simak

Informasi Terkini – Banyak penelitian yang mengatakan seni bisa mengurangi stres dan terapi penyakit kejiwaan. Bahkan, sebagian seniman yang cenderung memiliki penyakit kejiwaan menjadikan seni sebagai terapi dan juga karyanya. Sebut saja Yayoi Kusama, seniman kontemporer asal Jepang yang bereksperimen lewat karya seni sebagai salah satu penetral gangguan jiwa yang dialaminya. Karyanya bisa Anda lihat di Museum MACAN Jakarta, ladies! Well, selain media instalasi, ada beberapa art therapy lainnya yang akhir-akhir ini populer untuk dilakoni. Yuk, cek di sini.

1. Collage

Membuat kolase dari beberapa media dan membentuknya menjadi karya baru adalah self therapy yang menarik untuk dicoba. Konsepnya adalah ‘merusak’, kemudian membentuk sesuatu dari media yang sudah ‘dicacah’ tersebut. Filosofi dari kolase ini adalah untuk menunjukkan kalau dari sesuatu yang rusak, Anda bisa membentuknya menjadi sesuatu yang baru dan bahkan lebih indah dari sebelumnya.

2. Menggambar dalam Kegelapan

Tidak perlu serius dan jangan takut salah. Anda dibebaskan untuk menggambar apa saja, termasuk hal yang Anda rasakan di momentersebut. Syarat hanya satu: Anda harus melakukannya di kegelapan. Bukan tanpa alasan kok, teknik ini dilakukan tak lain untuk membebaskan nilai-nilai dari bentuk dan mengenyahkan ketakutan untuk bertindak. Art therapy ini mendorong Anda untuk berani ‘melepaskan diri’.

3. Zentangle

Dari menggambar garis dan pola-polanya, bisa menjadi terapi stres, melatih fokus, meredam emosi dan belajar untuk sabar. Makanya teknik ini disebut ‘Zen’ yang dilakukan untuk menyeimbangkan emosi dan melatih psikis. Tekniknya mudah dan sekarang buku Zentangle ini sudah gampang ditemui di toko-toko buku pada umumnya.

4. Membuat Puisi ‘Acak’

Terapi paling sederhana yang lainnya adalah mendengarkan musik, lalu ceritakan apa yang Anda rasakan saat mendengarkan lagu tersebut. Lewat cara ini, Anda diajak untuk berdialog dengan diri sendiri dan menemukan perasaan terpendam yang susah Anda deskripsikan. Tujuannya, setelah melakukan ini, hati bisa lebih lapang dan Anda bisa lebih memahami diri sendiri.