Asal Muasal Bumi Dari Keprecayaan Kuno

Asal Muasal Bumi Dari Keprecayaan Kuno

Informasi Terkini – Pertarungan Dewa-Dewi Aztec

Bangsa Astec meyakini jika di awal terbentuknya umat manusia di dunia ini, alam dan seisinya hanya ada kehampaan yang gelap. Lalu dalam kegelapan ini muncul dewa besar bernama Omecihuatl yang memiliki segalanya. Ia adalah pria dan wanita, baik dan buru, panas dan dingin, hitam dan putih. Akhirnya ia melahirkan dewa yang lebih kecil bernama Huitzilopochtli, Quetzalcoatl, Tezcatlipoca, dan Xipe Totec. Untuk membuat alam semesta jadi penuh cahaya, Tezcatlipoca mengorbankan dirinya menjadi matahari. Quetzalcoatl membuat manusia di dunia dan membuat mereka bertahan dari keterbatasan. Xipe Totec membuat raksasa, air, ikan dan dewa kecil lainnya. Tezcatlipoca dan Quetzalcoatl selalu bertengkar hingga manusia yang diciptakan oleh Quetzalcoatl diubah jadi monyet. Akhirnya setelah berjalan cukup lama, dua dewa ini berdamai dan menciptakan umat manusia baru lagi dan menjadi nenek moyang suku Aztec. Cerita ini diturunkan dari generasi ke generasi pada kepercayaan suku Aztec. Dewa-dewa yang disembah adalah mereka yang menciptakan bumi dan segala isinya.

2. Penciptaan Bumi Bangsa Mesir Kuno

Bangsa Mesir kuno memiliki cerita sendiri tentang terbentuknya Tuhan dan alam seisinya. Diceritakan bahwa alam semesta ini awalnya hanyalah Nu, sebuah lautan luas yang penuh dengan kekacauan. Akhirnya muncul Atum, dewa besar yang sendirian. Ia akhirnya berhubungan badan dengan bayangannya sendiri dan menghasilkan dua dua anak yaitu Shu dan Tefnut. Sayangnya dua anak ini tersesat di dalam Nu hingga waktu yang cukup lama. Setelah pencarian panjang Atum bertemu dua anaknya dan meluapkan rasa bahagianya dengan menangis. Tangisan dari dewa ini akhirnya jatuh ke tanah dan akhirnya menciptakan manusia. Sementara itu Shu dan Tefnut juga melahirkan anak berupa buni dan langit. Versi lain dari cerita ingin mengatakan jika Atum bisa digantukan dengan Ra. Dewa tertinggi yang selalu disembah oleh bangsa Mesir Kuno.

3. Penciptaan Jepang oleh Para Dewa
Jepang memiliki cerita sendiri dalam kepercayaan yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dalam kepercayaan ini, mereka meyakini jika bumi ini awalnya hanyalah sebuah sebuah lautan yang penuh dengan kekacauan. Dari lautan itu akhirnya muncul banyak sekali dewa penting dalam mitologi agama di Jepang. Salah satu yang paling terkenal adalah Izanami dan Izanagi. Kedua dewa ini akhirnya membuat sebuah daratan dengan kekuatan mereka dan akhirnya terbentuklah Kepulauan Jepang. Kedua dewa ini akhirnya menghasilkan keturunan dewa lagi bernama Ebisu yang merupakan dewa bagi nelayan, selanjutnya Amaterasu menjadi matahari, Tsukiyomi menjadi bulan, dan yang terakhir Susano menjadi dewa badai karena memiliki kelakuan yang buruk.

4. Bumi Norwegia dari Raksasa Es
Menurut kepercayaan bangsa Norwegia kuno. Bumi dan seisinya diciptakan dari mayat raksasa es bernama Ymir. Raksasa ini terbentuk dari percampuran dua buah dunia yaitu Muspell dan Niflheim. Akhirnya percampuran dua hal itu menciptakan sebuah lembah bernama Ginnungagap dan di dalamya mulai lahir raksasa es bernama Ymir. Ymir mengeluarkan manusia dari tangan kirinya. Setelah itu anak dari Ymir yang bernama Buri ini memiliki tiga anak yaitu Odin, Vile, dan Ve. Anak-anak ini dikenal sangat nakal dan akhirnya justru membunuh Ymir yang ada di Ginnungagap. Dari mayat Ymir mereka membuat lautan dari darahnya, selanjutnya membuat langit dengan tengkoraknya, selanjutnya tulang di tubuh digunakan untuk membuat batuan-batuan di bumi. Selanjutnya mereka menemukan pohon menghasilkan dua manusia bernama Ash dan Elm. Dua orang inilah yang menjadi sesepuh bangsa Norwegia dan selalu diceritakan dalam kepercayaan mereka.

5. Bola Gelinding Dunia dari Greco-Roman

Dalam mitologi Yunani, alam semesta tidak berbentuk dan tidak berwujud. Kekacauan ada di mana-mana dan matahari, bulan, dan benda langit lainnya belum ada. Akhirnya Tuhan melakukan sebuah perubahan dengan memisah dua hal yang saling mengacaukan jadi dua bagian. Ia memisah dingin dari panas, serta kabut dari udara yang segar. Lalu ia menggelindingkan dunia hingga menjadi sangat bulat seperti bola. Setelah itu ia membagi beberapa tempat dari dunia itu. Bagian tengah dunia dibuat sangat panas, lalu bagian yang lain lebih dingin. Setelah itu Tuhan membuat dua buah dewa dari biji kebaikan. Biji ini akhirnya berubah jadi Zeus yang merupakan dewa tertinggi dari masyarakat Yunani. (byn)