Asap Rokok Mengganggu Kerja Normal Jantung Yang Menyebabkan Kerusakan Jangka Pendek Dan Jangka Panjang

Asap Rokok Mengganggu Kerja Normal Jantung Yang Menyebabkan Kerusakan Jangka Pendek Dan Jangka Panjang

Informasi Terkini – Perokok pasif memiliki peningkatan risiko penyakit jantung koroner meski ia belum pernah merokok seumur hidupnya. Non-perokok dengan paparan jangka panjang terhadap asap tembakau di rumah memiliki sekitar 25% – 30% peningkatan risiko penyakit jantung dibanding dengan non-perokok yang tidak terkena paparan asap rokok. Peningkatan risiko ini sekitar sepertiga dari peningkatan risiko dari merokok aktif.

Kadar asap tembakau yang rendah memiliki efek yang kuat terhadap risiko penyakit jantung, namun risiko cenderung menurun dengan paparan asap yang tinggi yang dihasilkan perokok aktif. Kadar zat kimia yang mengakibatkan penyakit jantung lebih besar pada asap luar dibanding dengan asap mainstream yang dihirup langsung oleh perokok. Penelitian juga mengindikasi bahwa non-perokok lebih sensitif pada beberapa efek tertentu dari asap rokok dibanding dengan perokok aktif.

Asap rokok mengganggu kerja normal jantung, darah dan pembuluh darah, menyebabkan kerusakan jangka pendek dan jangka panjang. Beberapa efek terjadi dalam 30 menit dan hampir sama dengan efek yang dialami perokok aktif. Sebagai contoh, asap kepulan rokok ini mempengaruhi lapisan dinding pembuluh darah dan mengganggu aliran darah, sehingga darah mengental dan lebih mudah membeku. Karbon monoksida dari asap rokok menggantikan beberapa kadar oksigen pada darah, mengurangi aliran oksigen pada jantung dan otot. Dengan berkurangnya oksigen, kerusakan jangka pendek atau permanen pada jantung dan jaringan lebih mudah terjadi. Dalam beberapa tahun, perokok pasif akan memiliki penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah, dan penyempitan yang menyebabkan radang pada pembuluh darah. Hal ini dapat menyebabkan serangan jantung.

Mayoritas kematian pada perokok pasif disebabkan oleh penyakit jantung. Orang dengan faktor risiko lainnya terhadap penyakit jantung seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung memiliki risiko yang lebih besar dari paparan secondhand smoke.