Asma Setelah Konsumi Buah Kering? Bisa Jadi Alergi Sulfit Menjadi Alasannya!

Asma Setelah Konsumi Buah Kering? Bisa Jadi Alergi Sulfit Menjadi Alasannya!

Informasi Terkini – Sama seperti phobia, terdapat belasan, bahkan mungkin puluhan jenis alergi di seluruh dunia. Mulai dari yang ‘normal’ seperti alergi seafood, gluten, atau kacang, hingga alergi yang cukup ajaib seperti alergi matahari atau alergi bawang. Dari berbagai jenis alergi, ada satu yang cukup unik dan ternyata dimiliki oleh 1 dari 100 orang, yaitu alergi sulfit. Kalau biasanya alergi dipicu oleh makanan, alergi ini justru dipicu oleh sulfit, yaitu bahan kimia yang digunakan pada makanan kemasan berpengawet. Uniknya lagi, alih-alih ditandai dengan gejala umum seperti gatal-gatal, alergi ini justru ditandai dengan timbulnya asma.

– Apa Saja Gejala dari Alergi Sulfit?

Gejala alergi sulfit paling umum adalah serangan asma yang ditandai dengan nafas berbunyi, rasa sesak di dada, dan batuk. Kabarnya, gejala ini juga diperkirakan mempengaruhi 5-10% orang yang mengidap asma. Gejala ini semakin intens saat kondisi asma seseorang semakin berat. Walaupun begitu, gejala alergi sulfit ini juga bisa terjadi pada seseorang yang tidak mengidap asma. Pada beberapa kasus, alergi sulfit juga dapat ditandai dengan kulit memerah, ruam, pusing, sakit perut, diare, pingsan, hingga kesulitan menelan.

Dilansir dari Hello Sehat, sulfit dapat memicu serangan asma karena reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh. Sulfit akan melepaskan gas sulfur yang akan membuat saluran pernapasan menyempit dan iritasi, sehingga memicu sesak nafas dan serangan asma.

– Makanan dan Minuman yang Mengandung Sulfit

Mulanya, penggunaan sulfit sempat dilarang oleh FDA di tahun 1986 pada buah dan sayuran segar karena terjadi kasus alergi yang cukup banyak. Namun, akhirnya larangan tersebut dicabut kembali oleh FDA. Sebagai gantinya, FDA mewajibkan setiap produsen makanan yang mengandung sulfit untuk memberikan produknya label khusus. Walaupun begitu, sekadar label saja ternyata tidak cukup untuk mencegah reaksi alergi, karena sulfit bisa saja tidak digunakan secara langsung pada makanan. Kadar sulfit pada tiap produk makanan berbeda-beda; di mana semakin tinggi kadarnya, maka semakin berat juga bahayanya untuk pengidap asma dan alergi sulfit.

Dikutip dari Hello Sehat, berikut daftar makanan dan minuman yang mengandung sulfit:

~ Kadar sulfit sangat tinggi: buah yang dikeringkan, kismis, jus lemon kemasan, jus anggur kemasan, wine
~ Kadar sulfit tinggi: kentang kering, cuka anggur, buah kalengan
~ Kadar sulfit sedang: makanan beku, asinan, selai buah, jus buah kemasan, minuman kemasan, minuman beralkohol
~ Kadar sulfit rendah: minuman bersoda, sirup jagung tinggi fruktosa, gelatin, santan, saus tomat, saus sambal, dan mayones

Sebagai solusi dari terjadinya asma akibat reaksi alergi sulfit, senantiasa sediakan inhaler. Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter apabila Anda merasa pernah mengalami reaksi gejala alergi ini sebelumnya, ya!