Atut Bingung Karena Dilakukan Pemeriksaan Yang Kedua

Atut Bingung Karena Dilakukan Pemeriksaan Yang Kedua

Informasi Terkini – Jakarta – Atut Chosiyah Chasan yang merupakan Gubernur Banten sesudah menjalani pemeriksaan para penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi hampir selama 12 jam. Dia keluar dari gedung KPK pada pukul 20.45 WIB, Atut kemudian langsung disambut dengan pertanyaan dari wartawan yang bergerombol untuk menunggunya.

Alih-alih untuk menjawab pertanyaan tersebut, Atut juga tampak kebingungan dan dia hanya mengucapkan kalimat “Kehadiran saya di sini saksi untuk Pak Akil dan Bu Susi, ya, terima kasih,” kata Atut, hari Selasa, 10 Desember 2013.

Atut yang juga dilindungi oleh enam ajudannya yang berupaya untuk menerobos kerumunan wartawan, lalu dirinya langsung masuk ke mobil Mitsubishi Pajero Sport hitam B-22-AAH. Tidak ada lagi kalimat yang akan dia ucapkan, termasuk pada waktu dirinya ditanya tentang pertemuan di Singapura.

Johan Budi S.P. yang merupakan juru bicara KPK mengatakan kalau Atut menghadiri pemeriksaan yang dijadikan sebagai saksi untuk dua tersangka dugaan suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, dan juga advokat Susi Tur Andayani.

Untuk Atut, ini merupakan pemanggilan yang kedua, dikarenakan yang sebelumnya pada 4 Desember 2013, dia tidak menghadiri dari pemanggilan yang pertama. Atut saat itu tidak memenuhi pemanggilan dikarenakan dia sedang mengikuti musyawarah rencana pertemuan kepala daerah se-Jawa-Bali yang telah digelar di Serang.

Kasus Akil itupun juga telah menjerat adik Atut, Chaeri Wardana, dan adik Atut sudah dijadikan sebagai tersangka. Pada tanggal 2 Oktober 2013, KPK telah mengumumkan kalau Akil telah ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan. Di hari yang sama juga pukul 23.00 WIB, para penyidik KPK pun mencokok Chaeri.

KPK telah mengumumkan dua kasus yang sedang disidik itu kurang dari 24 jam kemudian, yakni dugaan korupsi untuk pengurusan sengketa dalam pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, serta sengketa pilkada Lebak, Banten. Wawan juga terbelit dengan kasus Lebak.