Atut Chosiyah Belum Dipindahkan Dari Paviliun Cendana

Jakarta – Ratu Atut Chosiyah yang merupakan Gubernur Banten yang belum dipindahkan ke blok sel tahanan Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Sekarang ini Atut juga masih menempati kamar Paviliun Cendara (C13) yang ada di Rutan Pondok Bambu.

Menurut dari rencana, Atut yang menempati kamar C13 untuk masa pengenalan lingkungan (mapenaling) selama waktu sepekan ini, sejak dia ditahan pada tanggal 20 Desember yang lalu. Akbar Hadi selaku Kepala Humas Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM mengatakan kalau mapenaling itu paling cepat tujuh hari dan juga paling lama 30 hari.

Akbar juga belum dapat memastikan kapan Atut untuk dipindahkan ke blok sel. Menurutnya, dengan adanya pemindahan Atut ke blok sel yang tergantung pada hasil tim pengamat yang ada pemasyarakatan Rutan Pondok Bambu. Dia mengatakan kalau setiap rutan atau lapas yang ada pada tim pengamat pemasyarakatannya sendiri. Nanti tim tersebut juga yang menentukan apakah tahanan ini juga sudah selesai masa perkenalannya dan juga dapat dipindah ke blok.

Akbar mengatakan kalau nantinya tim pengamat pemasyarakatan akan merekomendasikan blok tahanan yang akan menjadi tempat dari seorang tahanan yang sudah selesai masa perkenalannya kepada kepala rutan. Keputusan tersebut pada akhirnya juga tetap ada di kepala rutan.

Atut yang ditahan di Rutan Pondok Bambu dikarenakan tersandung masalah korupsi dari sengketa pillkada Lebak, Banten, serta korupsi korupsi alat kesehatan. Komisi yang antirasuah beralasan,kalau penahanan dilakukan karena Atut yang dikhawatirkan dapat menghilangkan barang bukti.

Di Kamar Paviliun Cendara yang berukuran 4X6 meter tersebut dihuni oleh 17 orang tahanan, termasuk Atut dan juga Direktur PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman, yang merupakan tersangka kasus korupsi dalam pengurusan penambahan kuota impor daging sapi yang ada di Kementerian Pertanian. Tidak ada fasilitas yang mewah di dalam kamar tersebut, hanya ada sebuah kipas angin dan juga matras sebagai alas tidur.