Beberapa Hal Yang Harus Dilakukan Saat Baru Mengalami Pemutusan Hubungan Kerja

Beberapa Hal Yang Harus Dilakukan Saat Baru Mengalami Pemutusan Hubungan Kerja

Informasi Terkini – Tak ada seorang pun yang mau atau siap untuk di-PHK. Selain akan berdampak pada kondisi finansial, terkena PHK juga bisa menghilangkan kepercayaan diri. Bahkan tak jarang sebagian orang merasa bahwa PHK adalah hal yang memalukan. Padahal, pemutusan kontrak kerja merupakan hal yang lumrah, mengingat kondisi ini bisa terjadi karena berbagai faktor. Dan tidak semata-mata karena kurangnya kemampuan Anda dalam bekerja. Jika Anda baru saja mengalaminya, tak perlu putus asa dan minder, sebaiknya segera lakukan 5 hal berikut ini.

1. Tenang, Anda Bukan Satu-satunya Orang yang Mengalami Kondisi Ini

Terkena PHK memang bukan hal yang diinginkan. Namun Anda jangan langsung merasa terpuruk dan rendah diri. Karena kenyataannya situasi pemutusan kontrak kerja merupakan hal yang umum terjadi di dunia kerja. Tenangkan diri dan jangan ragu untuk menceritakan keluh kesan Anda pada orang terdekat. Saat harus melamar pekerjaan selanjutnya Anda juga tidak perlu merasa malu karena terkena PHK sebelumnya. Karena umumnya manajer personalia akan memahami dan bahkan mungkin tidak mempermasalahkan status tersebut.

2. Beri Waktu untuk Membuat Diri Lebih Tenang

Setelah menyadari bahwa bukan Anda saja yang mengalami kondisi semacam ini, saatnya Anda menyediakan waktu untuk menenangkan diri sebelum bersiap-siap mencari pekerjaan baru. Tak perlu terburu-buru agar keputusan yang Anda ambil bukanlah keputusan yang emosional. Sediakan waktu selama beberapa hari untuk menerima kenyataan sehingga Anda lebih tenang. Begitu pikiran sudah jernih, Anda akan lebih percaya diri dan siap untuk bersaing lagi di dunia kerja.

3. Usahakan untuk Mendapat Surat Referensi dari Kantor

Meskipun di-PHK, Anda masih memiliki hak untuk mendapatkan surat referensi dari kantor. Jangan merasa sungkan untuk memintanya karena pihak kantor pasti tak keberatan untuk memberikannya. Surat referensi bisa sangat membantu ketika Anda mencari pekerjaan yang baru dan menunjukkan bahwa Anda tetap menjaga hubungan baik dengan kantor sebelumnya meskipun sudah di-PHK.

4. Pikirkan Cara yang Tepat untuk Menjelaskan Kenapa Anda Di-PHK

Pada saat wawancara pekerjaan baru, mau tak mau Anda harus menjelaskan kenapa di pekerjaan sebelumnya Anda terkena PHK. Walaupun mungkin Anda merasa telah diperlakukan tidak adil, jangan sampai terpancing untuk menjelek-jelekkan kantor lama. Berikanlah alasan logis yang lebih fokus pada kelebihan Anda. Misalnya saja, menjelaskan peran Anda dalam perusahaan dan bagaimana perusahaan melakukan pergantian posisi yang membuat Anda tak lagi bisa memaksimalkan potensi. Namun jika Anda di-PHK karena kantor melakukan lay-off akibat mengalami pailit, Anda bisa mengutarakan hal ini dengan gamblang.

5. Segera Temukan Pekerjaan untuk Mengisi Kekosongan

Jika mengalami pemutusan kontrak kerja tanpa pesangon, Anda tentu harus segera menemukan pekerjaan pengganti sesegera mungkin. Jangan biarkan diri Anda telalu lama meratapi kejadian ini, segera rapikan CV dan jelajahi situs pencarian kerja untuk bisa mendapat pekerjaan.

Sedangkan jika Anda di-PHK dan mendapat pesangon, Anda setidaknya masih memiliki waktu untuk memikirkan bagaimana kelanjutan karier. Ingin meniti karier yang sama, mengubah profesi atau menjalankan usaha sendiri. Selanjutnya segera temukan pekerjaan yang bisa segera Anda mulai. Misalnya saja dengan menjadi freelancer. Dengan begitu, Anda bisa lebih fokus pada hal-hal yang lebih produktif daripada Anda hanya menghabiskan waktu nonton TV seharian.