Beberapa Mitos Tentang Suplemen Multivitamin Yang Sudah Tak Perlu Lagi Anda Percaya!

Beberapa Mitos Tentang Suplemen Multivitamin Yang Sudah Tak Perlu Lagi Anda Percaya!

Informasi Terkini – Asupan vitamin yang cukup dibutuhkan untuk memastikan semua fungsi tubuh bekerja dengan baik dan maksimal. Selain diperoleh melalui sayur dan buah yang kaya akan kandungan vitamin, biasanya banyak orang mengonsumsi multivitamin dalam bentuk suplemen karena memang lebih praktis untuk mereka yang sibuk. Mengonsumsi vitamin secara rutin memang membawa banyak dampak positif bagi tubuh, namun, jangan sampai kelima mitos tentang suplemen multivitamin ini masih Anda percaya, ya!

1. Suplemen vitamin bisa mencegah penyakit kronis

Hingga sekarang, para peneliti masih belum bisa membuktikan bahwa suplemen multivitamin dapat dikonsumsi untuk mencegah beragam penyakit serius seperti kanker, jantung atau stroke. Berdasarkan penelitian, vitamin yang kaya akan antioksidan seperti vitamin C, E dan beta karoten ternyata tidak mampu mengurangi penumpukan plak yang menyumbat arteri dan menyebabkan penyakit jantung. Untuk mencegah beragam penyakit kronis, langkah yang paling tepat dilakukan adalah dengan menjalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, serta tidak memercayai lagi bahwa suplemen vitamin yang Anda konsumsi dapat mencegah penyakit serius.

2. Semua jenis suplemen vitamin aman untuk dikonsumsi

Setiap jenis vitamin memiliki manfaat tersendiri bagi tubuh, tetapi bukan berarti semua vitamin aman untuk dikonsumsi tanpa perlu diperhatikan dosis serta menyesuaiakannya dengan kebutuhan Anda. Vitamin memang berasal dari bahan-bahan natural yang aman, namun, tidak demikian dengan suplemen vitamin yang sudah diproses secara kimia oleh pabrik. Apalagi bagi Anda yang sibuk dan lebih mengandalkan vitamin dalam bentuk pil, kapsul atau tablet, Anda tetap harus memerhatikan kandungan dan dosisnya supaya suplemen yang dikonsumsi tidak berbalik membahayakan kesehatan Anda.

3. Minum vitamin C bisa menyembuhkan flu

Masih banyak orang percaya bahwa mengonsumsi banyak vitamin C saat flu akan meredakan atau mempercepat sembuhnya flu. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang banyak dikonsumsi karena memiliki kandungan antioksidan tinggi sehingga dipercaya bisa memperkuat daya tahan tubuh. Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak mengonsumsi vitamin C, maka tubuh tidak akan mudah terserang penyakit. Bila Anda mengonsumsi terlalu banyak vitamin C, sebenarnya tubuh memiliki kemampuan untuk mengukur jumlah vitamin yang masuk dalam tubuh dan membuang sisanya melalui keringat dan urine. Asupan vitamin C yang cukup memang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, tetapi tidak akan membantu meredakan flu dengan cepat.

4. Minum terlalu banyak vitamin tidak membuat overdosis

Tubuh memerlukan asupan nutrisi dan vitamin yang cukup, tidak kurang tidak lebih. Segala sesuatu yang terlalu berlebihan memang tidak baik bahkan malah bisa memberikan efek buruk. Begitu juga dengan suplemen multivitamin yang Anda konsumsi, jika terlalu banyak juga akan memberikan efek buruk untuk tubuh karena bisa merusak organ vital. Terlalu banyak vitamin A dapat memengaruhi kondisi hati Anda, sedangkan pada ibu hamil dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, kelebihan vitamin B6 dapat menyebabkan kerusakan saraf, selain itu terlalu banyak vitamin C dapat mengubah asupan antioksidan di dalamnya menjadi merusak sel-sel tubuh.

5. Minum vitamin paling baik adalah saat perut kosong

Faktanya setiap jenis vitamin memiliki waktu ideal yang berbeda-beda untuk dikonsumsi supaya memaksimalkan manfaatnya. Tubuh Anda melakukan fungsi yang berbeda pada waktu yang berbeda dalam sehari, dan beberapa jenis vitamin memiliki aturan khusus kapan harus dikonsumsi untuk penggunaan yang tepat. Sebagian besar vitamin paling baik dikonsumsi saat atau setelah makan. Vitamin yang larut dalam lemak membutuhkan lemak agar bisa diserap. Kalsium harus dikonsumsi sebelum tidur karena tubuh menyerap mineral pada malam hari. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari vitamin Anda, lakukan riset untuk mempelajari lebih lanjut tentang aturan pakai yang biasanya tertera dalam label kemasan suplemen vitamin tersebut.