Benarkah Mengonsumsi Salad Bisa Menurunkan Berat Badan?

Benarkah Mengonsumsi Salad Bisa Menurunkan Berat Badan?

Informasi Terkini – Saat seseorang sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, salad biasanya dipilih sebagai menu makanan yang mendukung program tersebut. Salah satu alasannya karena salad ‘hanya’ terdiri atas sayur-sayuran dan buah-buahan, tanpa mengandung karbohidrat dan lemak yang dipercaya dapat menambah berat badan. Memang, salad sangat bermanfaat apabila ditambahkan ke dalam menu diet, tetapi ternyata mengonsumsi salad saja tidak terlalu berdampak dalam menurunkan berat badan, lho! Apa alasannya? Simak di bawah ini!

1. Salad Sayuran dan Buah Tidak Mengandung Protein

Meski kaya akan vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh, salad yang hanya terdiri dari sayur-sayuran dan buah-buahan sebetulnya tidak mengandung protein. Padahal, Anda membutuhkan protein dalam asupan makanan untuk menyediakan asam amino, yang nantinya akan digunakan oleh tubuh untuk menjaga jaringan tubuh agar tetap sehat, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta membantu mengangkut oksigen melalui darah Anda.

Menurut Harvard Health Publications, rupanya protein juga baik untuk menurunkan berat badan karena meningkatkan asupan protein dapat membantu Anda merasa lebih kenyang setelah makan dan membantu mengatur gula darah. Hanya mengonsumsi salad sayur-sayuran dan buah-buahan berarti Anda akan kehilangan manfaat penurunan berat badan yang didapatkan dari konsumsi protein dan tubuh Anda akan mulai memecah jaringan otot untuk mendapatkan asam amino yang biasanya Anda dapatkan dari makanan Anda. Ironisnya, hal tersebut malah membuat Anda lebih sulit untuk menurunkan berat badan karena jaringan otot sangat aktif secara metabolik, sehingga kehilangan jaringan otot mengurangi jumlah kalori yang Anda bakar setiap hari.

2. Efek ‘Health Halo’ yang Justru Dimiliki oleh Salad

Salad sayur-sayuran dan buah-buahan justru memiliki efek ‘health halo’, yaitu ilusi yang secara diam-diam malah menyabotase tujuan penurunan berat badan seseorang. Untuk membuktikannya, para peneliti dari Cornell University mengadakan penelitian terkait hal tersebut, dan menemukan bahwa orang yang cenderung mengonsumsi makanan rendah lemak justru akan mengonsumsi 90 kalori lebih banyak daripada orang yang makan secara normal.

Tak hanya itu, saat ini juga banyak salad sayur-sayuran dan buah-buahan dengan label ‘menyehatkan’ yang rupanya tidak berbanding lurus dengan kenyataannya. Sebagai contoh, semangkuk Caesar Salad yang berisi salad dressing, keju, ayam, dan roti yang digoreng bisa mencapai 1.010 kalori, lho! Hal ini dikarenakan bahan-bahan pendukung, contohnya salad dressing seperti mayones, susu kental manis, keju, potongan ayam goreng, roti goreng, bacon dll kaya akan lemak jenuh yang tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Lalu, salad seperti apa yang bisa dimasukkan ke dalam menu diet Anda? Untuk salad yang sehat, mulailah dengan berbagai sayuran berwarna-warni, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Jika memungkinkan, pilihlah sayuran berwarna hijau gelap karena semakin gelap daunnya, semakin bagus nutrisi yang dimilikinya. Kemudian, Anda juga bisa menambahkan tomat, wortel parut, kol, brokoli, bengkuang, jamur, paprika, atau sayuran favorit Anda lainnya. Jika menyiapkan salad untuk makan siang atau makan malam, tambahkan protein tanpa lemak dan lemak sehat untuk hidangan yang lebih mengenyangkan, misalnya daging dada ayam tanpa lemak yang dipanggang, salmon panggang, tahu rendah lemak, dan kacang-kacangan. Hindari mayones dan gunakan cuka balsamic atau minyak zaitun sebagai salad dressing-nya, ya!