Benarkah Obat Diabetes Dengan SGLT2 Dapat Sebabkan Amputasi?

Benarkah Obat Diabetes Dengan SGLT2 Dapat Sebabkan Amputasi?

Informasi Terkini – Saat mengalami penyakit tentu kita menginginkan kesembuhan dari penyakit tersebut. Oleh sebab itu, banyak obat dibuat untuk mengatasi penyakit tertentu. Namun, tak jarang beberapa obat kimia bahkan sebagian besar memiliki efek samping tertentu yang dapat membahayakan kesehatan tubuh yang mengonsumsinya. Seperti pada obat diabetes yang didalamnya terkandung inhibitor sodium-glukosa contrasporter2 atau biasa disebut SGLT2.
Pada obat diabetes, SGLT2 ini memiliki cara kerja yang menimbulkan peningkatan intensitas buang air kecil. Hal ini membuat jumlah gula dalam darah yang berlebihan terbuang melalui urine.
Menurut sebuah penelitian ditemukan bahwa SGLT2 ini bila dikonsumsi bisa meningkatkan risiko seseorang terkena amputasi ekstremitas bawah. Dan pada beberapa obat diabetes memiliki kandungan ini.
Selain amputasi, mengonsumsi obat dengan kandungan SGLT2 dapat meningkatkan risiko mengalami ketoasidosis diabetic. Hal ini merupakan kondisi ketika ketones atau yang merupakan asam memiliki jumlah yang cukup tinggi bahkan tidak terkendali di dalam darah.
Dan ketika pasien diabetes mengalami penyakit arteri perifer atau kaki borok, mengonsumsi obat dengan kandungan ini juga sangat dipertimbangkan karena bisa memperparah kondisi tersebut sehingga menimbulkan risiko untuk amputasi. Hal di atas merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di Skandinavia.
Namun, dari hasil penelitian ini ada yang tidak menyetujuinya. Yaitu Dr. Kevin Pantalone yang merupakan seorang endocrinologist dari Cleveland Clinic yang kemudian melakukan uji klinis lain dan dihasilkan bahwa tidak ada risiko amputasi saat mengonsumsi obat.
Karena terdapat pro kontra ini, kemudian para peneliti mengambil jalan tengah yang kemudian disimpulkan bahwa obat diabetes dengan kandungan SGLT2 ini memiliki efek samping amputasi pada penderitanya saat terdapat faktor lain seperti riwayat penyakit, kondisi sosial, kondisi ekonomi serta pengobatan lain yang dilakukan.