Ingat! Pungli Merupakan Tindakan Pindana

Ingat! Pungli Merupakan Tindakan Pindana

Informasi Terkini – Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) mengadakan sosialisasi untuk mengampanyekan budaya anti-pungutan liar yang diadakan di depan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat.
Di dalam acara ini turut hadir Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Irwasum Polri yang juga Ketua Satgas Saber Pungli Komjen Dwi Priyatno dan Plt Gubernur DKI Jakarta Soemarsono.
Dwi Priyatno menuturkan bahwa kampanye ini dilakukan untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa pungli ialah kegiatan ilegal yang akan berakibat buruk pada masyarakat sendiri. “Dampaknya ini akan menyusahkan masyarakat, menghambat terjadi pembangunan, merusak tatanan sosial, dan juga ada biaya ekonomi yang tinggi. Kita perlu mengetahui bahwa pungutan liar itu sudah merusak sendi-sendi kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan juga bernegara,” ujar Dwi di lokasi, pada Minggu (18/12/2016).
Pemberantasan pungli itu harus dilaksanakan secara tegas, terpadu, efisien, efektif sehingga mampu untuk memberikan efek jera. Dengan melalui kegiatan sosialisasi ini, Dwi juga mengingatkan kepada semua masyarakat bahwa pungli ialah perbuatan pidana.
“Sebagaimana yang telah dirumuskan di dalam KUHP seperti pasal 368 pemerasan, tindak pidana suap, kemudian Undang-Undang tindak pidana korupsi nomor 31 tahun 1999 yang diamandemen menjadi Undang-Undang nomor 20 tahun 2001. Itu apa namanya kalau sudah masuk ke dalam kategori korupsi,” tuturnya.
Dengan adanya Satgas Saber Pungli ini diharapkan nanti pemberantasan pungli akan menjadi lebih masif. Pasalnya satgas ini dibentuk dari kementrian lembaga di tingkat pusat hingga ke pemerintah daerah.
“Jadi di situ bukanlah hanya akan kaitan dengan tangkap tangan tetapi juga pencegahan jadi secara dini masyarakat sudah terbiasa dengan Indonesia bersih pungli. Kita mengharapkan kepada investor bisa masuk, pembangunan akan berjalan lancar, pendapatan Negara menjadi bertambah, pengangguran yang berkurang. Pada intinya nanti akan terbentuk masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera, makmur,” tutupnya.