Viagra Tidak Menjadi Solusi Untuk Pria Yang Alami Masalah Seks

 Viagra Tidak Menjadi Solusi Untuk Pria Yang Alami Masalah Seks

Informasi Terkini – Jakarta – Obat kuat misalnya seperti Viagra sering kali dianggap sebagai solusi saat pria mempunyai masalah seks. Kenyataannya dalam riset yang terbaru membuktikan kalau mengonsumsi obat itu tidaklah membuat pria menjadi bahagia dan juga tidak memperbaiki kehidupan seks mereka.

Riset yang telah dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine pada 21 November yang lalu itu telah mengungkapkan kalau obat yang telah membantu pria dapat ereksi tidak membuat hubungan pria itu dengan pasangannya menjadi lebih baik. Riset yang telah dilakukan dengan mengevaluasi informasi yang berasal dari 40 klinik yang telah mengobati pria dengan masalah disfungsi ereksi. Para peneliti pada riset tersebut ingin melihat apakah ada perubahan dalam kualitas hubungan dan kehidupan seorang pria saat mereka mendapat pengobatan medis secara standar.

Disfungsi ereksi atau impotensi itu merupakan ketidakmampuan seorang pria untuk memulai dan juga mempertahankan ereksinya. Untuk dapat tetap mempertahankan ereksinya, Mr. P membutuhkan aliran darah yang lancar.

Sebelum ikut menjalani pengobatan untuk mengatasi disfungsi ereksi ini dengan mengonsumsi obat kuat, para pria pun yang menjadi responden dalam penelitian ini telah melaporkan kualitas kehidupan dan juga hubungan pribadi dengan pasangan cukup baik. Tetapi untuk kualitas dan juga kepuasaan hubungan seksnya justru sebaliknya,semakin buruk. Mereka juga lebih merasa rendah diri dan sering mengalami depresi.

Sesudah mendapatkan pengobatan, responden tersebut menunjukkan peningkatan sigfinikan di beberapa aspek kehidupan mereka misalnya seperti kepuasaan seks dan juga kepercayaan diri yang lebih baik. Tetapi untuk mendapatkan kualitas kehidupan dan juga hubungan dengan pasangan secara keseluruhan mereka merasakan tidak ada perubahan.

Melihat dari hasil penelitian itu, maka Dr. Andrew Kramer, seorang urologist di Universitas Maryland Medical Center, mengatakan kalau memang masalah disfungsi ereksi ini tidak dapat disembuhkan dari satu aspek saja. Dr. Kramer mengatakan kalau dia melihat saat suatu hubungan bermasalah dikarenakan disfungsi ereksi, mereka akan mencari cara untuk dapat mengatasi masalah ereksi tersebut. Padahal yang sebenarnya pasangan butuh terapi yang lainnya.

Oleh sebab itu dia pun juga menyarankan supaya pasangan yang sebagai pihak prianya mempunyai masalah ereksi, bukan hanya meminta bantuan dari dokter saja.