Dari Penyakit Asma Hingga Kanker, Inilah Dampak Buruk Klorin Bagi Kesehatan Tubuh

Dari Penyakit Asma Hingga Kanker, Inilah Dampak Buruk Klorin Bagi Kesehatan Tubuh

Informasi Terkini – Media sosial kini menjadi panggung eksistensi seseorang karena dapat memamerkan kegiatan, perasaan bahkan pikirannya. Namun, tak semua hal dapat Anda bagikan. Walaupun media sosial merupakan akun Anda sendiri, kegiatan di dalamnya sudah menjadi konsumsi publik. Hal ini akan menimbulkan beberapa reaksi dari para pengguna media sosial lainnya. Terkadang, kesalahan sedikit dari postingan yang dibagikan bisa saja merusak pekerjaan, hubungan hingga mengancam keselamatan seseorang. Untuk itu, perhatikan apapun yang Anda bagikan di media sosial. Berikut hal-hal yang tak seharusnya Anda bagikan di media sosial agar tidak memicu tindak kriminal.

1. Tiket Pesawat dan Dokumen Penting

Memotret tiket pesawat dan dibagikan ke media sosial mungkin sudah sering Anda lihat. Tapi tahukah Anda bahwa hal tersebut dapat memicu tindakan kriminal? Walaupun terlihat sepele, kode booking yang tercantum dalam tiket pesawat bisa saja disalahgunakan oleh orang lain. Kode tersebut dapat digunakan untuk mengakses informasi pribadi pemiliknya, mulai dari kartu kredit, alamat, dan juga identitas pribadi. Lebih parah lagi, para peretas juga dapat memindahkan jadwal penerbangan Anda.

2. Lokasi Saat Ini

Memberitahukan lokasi Anda saat ini tanpa disadari akan memicu tindak kejahatan, bahkan ketika menulis sebuah tweet di Twitter. Bagaimana bisa? Pembaruan tweet Anda yang terhubung dengan geotagging memungkinkan orang lain tahu darimana asal tweet tersebut. Hal ini tertentu berbahaya karena bisa jadi ‘lampu hijau’ bagi penguntit untuk mengikuti. Maka sebaiknya matikan GPS jika memang tak dibutuhkan.

3. Foto Anak Beserta Biodata

Perkembangan anak dari mulai bisa berbicara hingga berjalan menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua. Tak jarang mereka membagikan hal ini ke media sosial agar dilihat banyak orang. Sayangnya, mem-posting foto anak di media sosial memiliki resiko tersendiri bagi si anak dan tentu orang tuanya. Hal ini dapat memicu penculikan anak, bahkan yang pernah terjadi di Indonesia seperti penggunaan foto untuk alat penjualan bayi.

4. Membagikan Percakapan Pribadi

Sesuai namanya, percakapan pribadi tentu hanya milik pribadi bukan menjadi konsumsi publik, jadi kenapa harus dipublikasikan? Screenshot berisi percakapan di WhatsApp misalnya, dapat menjadi masalah karena mencakup nomer dan juga gambar orang dalam percakapan tersebut. Nah, di Indonesia sendiri membagikan percakapan pribadi tercantum dalam UU ITE Pasal 26 Ayat 1 nomer 19 Tahun 2016 yang tidak memperbolehkan membagi sesuatu yang bersifat pribadi tanpa persetujuan dari yang bersangkutan.

5. Status Keuangan

Membagikan banyaknya keuangan bahkan pengeluaran yang Anda lakukan untuk membeli suatu barang mungkin merupakan hal yang membanggakan. Namun, justru sebaliknya, hal ini akan memicu tindak kejahatan. Bisa jadi, membagikan postingan keuangan membuat orang lain mencoba mengejar uang Anda karena nominalnya.