Dewan Pimpinan Pusat Hanura Minta Junjung Tinggi Asas Praduga Tidak Bersalah

Dewan Pimpinan Pusat Hanura Minta Junjung Tinggi Asas Praduga Tidak Bersalah

Informasi Terkini – Jakarta – Yudi Chrisnandi yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat dari Partai Hanura meminta kepada semua pihak, termasuk kepada penegak hukum, untuk menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah yang berkaitan dengan kasus suap yang telah menimpa Subri,yang merupakan Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan seorang Direktur PT Pantai Aan, Lucyta Anie Razak.

Yudi meminta supaya kasus tersebut tidak langsung dikaitkan dengan Bambang Wiratmadji Soeharto yang merupakan Ketua Dewan Penasehat Partai Hanura meski Bambang pernah jadi pimpinan Komnas HAM itu merupakan petinggi sekaligus pemilik di PT Pantai Aan. Yudi mengatakan kalau belum tentu Bambang mengetahui tindakan dari direkturnya. Dan Juga harus dibuktikan apakah itu merupakan perintah dari Bambang atau bukan.

Menurut dari Yudi, pada kasus suap yang seperti itu semua orang juga dapat saja dikait-kaitkan. Tetapi juga harus dibuktikan lewat proses hukum.

Subri dan juga Lucyta yang telah ditangkap oleh anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada saat berada di sebuah kamar hotel yang ada di kawasan wisata Senggi, Lombok Barat, NTB, hari Sabtu malam, 14 Desember 2013. Pada penangkapan tersebut telah disita uang senilai Rp 213 juta. Di antaranya yakni dalam bentuk uang dolar senilai USD 16.400.

Lucyta yang diduga telah menyuap Subri supaya dimenangkan pada perkara pemalsuan dokumen sertifikat tanah yang ada di Pantai Selong Belanak, Kabupaten Lombok Tengah. Di tanah tersebut juga direncanakan akan dibangun hotel bintang tiga.