Elektabilitas Demokrat Semakin Merosot

Elektabilitas Demokrat Semakin Merosot

Informasi Terkini – Jakarta -Elektabilitas dari Partai Demokrat tidak kunjung mengalami kenaikan sesudah partai itu dihantam dengan adanya isu dugaan kasus korupsi yang telah menghantam sejumlah kadernya. Pada survei Cyrus Network pada bulan November 2013, elektabilitas dari Partai Demokrat berada pada angka 6,7 persen.

Tetapi, para pengurus dari Partai Demokrat mempunyai dalih lain yakni ihwal terus melorotnya elektabilitas partai tersebut. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan kalau dia kira apa yang disiarkan media massa masih dapat dipercaya public.

Max tidak membantah dari hasil survei yang menempatkan partainya berada dibawah Partai Golkar dan juga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dalam setiap provinsi, dari hasil survei ini mereka juga tidak berbeda jauh dengan yang telah dirilis oleh lembaga survei.”

Dia juga mengatakan kalau salah satu penyebab dari merosotnya elektabilitas dari partainya yakni dengan adanya pemberitaan yang buruk tentang kasus korupsi. Max juga mengaku heran dikarenakan kasus tersebut telah lama terjadi dan juga terus menerus ditayangkan oleh media yang tertentu. Dia juga percaya, kalau pemberitaan tentang partainya akan semakin intens menjelang Pemilu tahun 2014.

Hari ini survey dari Cyrus Network telah menunjukkan elektabilitas dari Demokrat yang mengalami tren penurunan. Dari survei bulan Agustus 2013 misalnya, elektabilitas dari partai pemerintah ini juga masih berada pada angka 10,3 persen. Tetapi angka ini justru bisa menjadi turun 6,7 persen di survei akhir bulan November 2013. Angka dari partai Demokrat sama dengan elektabilitas yang didapatkan oleh Partai Hanura.

Max juga meminta penurunan ini dikarenakan partainya tidak mempunyai televisi. Menurut dari anggota Komisi Pertahanan DPR ini, televisi yang seharusnya memberikan porsi untuk pemberitaan yang berimbang kepada partai politik. Dia juga lebih memilih untuk menginstruksikan kadernya untuk bekerja dengan lebih tekun di lapangan. Menurutnya, mereka juga yang menghajar Demokrat dalam setiap hari tidak akan otomatis jadi pemenang pemilu.