Fakta Menarik Tentang Kortisol, Hormon Dalam Tubuh Yang Muncul Saat Stres

Fakta Menarik Tentang Kortisol, Hormon Dalam Tubuh Yang Muncul Saat Stres

Informasi Terkini – Nama kortisol mungkin sudah terdengar tak lagi asing lagi di telinga Anda. Namun, bagi yang belum familiar, kortisol adalah nama hormon yang berperan penting untuk mengatur respon stres tubuh. Beberapa ‘tugas kortisol’ sendiri antara lain mengatur bagaimana tubuh menggunakan karbohidrat, lemak, dan protein; mengurangi inflamasi; menjaga tekanan darah; meningkatkan gula darah; hingga mengatur siklus tidur.

Umumnya, hormon kortisol akan diproduksi secara alami saat tubuh dan pikiran mengalami stres. Oleh karena itulah, banyak yang menyebutkan kortisol sebagai hormon stres. Penasaran lebih lanjut mengenai hormon yang satu ini? Coba simak fakta-faktanya di sini!

1. Kadar kortisol pada tiap orang fluktuatif

Normalnya, kortisol dalam tubuh berada pada kadar tertingginya di pagi hari dan paling rendah di malam hari. Namun, produksi kortisol pada tiap orang dapat berbeda, karena tiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda pula saat mengalami stres. Mungkin ada beberapa orang yang memproduksi lebih banyak kortisol daripada orang lain, walau berada di situasi yang sama. Kadar kortisol ini juga dapat berubah dengan berjalannya waktu. Pada situasi yang sama, bisa jadi Anda akan memproduksi lebih sedikit kortisol ketimbang saat Anda berusia 2 tahun lebih muda.

2. Kortisol tidak selalu berkaitan dengan stres

Walau kerap disebut sebagai hormon stres karena produksinya lebih banyak saat seseorang sedang dalam tekanan, sebetulnya kenaikan kadar kortisol tidak selalu berdampak pada stres saja, lho! Kenaikan kecil kadar kortisol juga dapat memiliki dampak positif, seperti tambahan energi, meningkatkan kemampuan daya ingat, meningkatkan imunitas tubuh, hingga berkurangnya sensitivitas pada rasa sakit.

3. Kortisol membuat Anda menginginkan makanan berkalori tinggi

Menurut beberapa studi, seseorang yang memiliki kadar kortisol tinggi karena stres juga memiliki kencenderungan untuk memakan lebih banyak makanan yang tinggi akan karbohidrat ketimbang mereka yang kadar kortisolnya rendah. Well, sayangnya hal ini juga kerap berpengaruh pada pola makan dan diet seseorang. Jadi, apabila Anda ingin atau harus mengurangi karbohidrat karena alasan kesehatan, sebaiknya imbangi dengan menghindari stres juga, ya!

4. Rasa takut meningkatkan kortisol

Jika tak ingin merasakan stres akibat melonjaknya kadar kortisol dalam tubuh, mungkin Anda harus berpikir ulang untuk menonton film horor Korea saat Anda sedang sendirian. Namun, jika memang Anda termasuk seseorang yang gemar menonton film horor, pastikan hobi tersebut tidak Anda lakukan terlalu sering, ya. Pasalnya, adegan-adegan di film horor dapat memicu melonjaknya kadar kortisol dalam tubuh, lho! Sebagai solusinya, Anda bisa menurunkan kadar kortisol dengan cara melakukan aktivitas fisik seperti olahraga.

5. Kortisol dipengaruhi oleh pikiran

“Duh, nanti pulang kantor pasti macet, deh. Bisa-bisa sampai rumah sudah jam 9, mana tidak ada makanan. Ingin tidur, tapi kerjaan juga belum selesai. Mau tidur jam berapa hari ini?”

Apakah pikiran tersebut pernah terlintas di benak Anda? Jika iya, tanpa disadari kebiasaan tersebut juga dapat berpengaruh pada produksi kortisol, lho! Apabila kebiasaan ini Anda lakukan hari demi hari, lama kelamaan pikiran negatif ini akan menyebabkan pola stres kronis yang dapat berujung pada menurunnya metabolisme Anda. Oleh karena itu, yuk, mulai kurangi kebiasaan ini!