Fenomena Yang Terjadi Sebelum Big Bang

Fenomena Yang Terjadi Sebelum Big Bang

Informasi Terkini – Berikut adalah beberapa teori utama untuk menjelaskan apa yang terjadi sebelum Big Bang:

Big Bounce
Menurut teori ini, ada alam semesta sebelum alam semesta kita yang runtuh menjadi singularitas, yang pada akhirnya membentuk alam semesta baru yang kita huni saat ini.

Pertama kali diusulkan pada tahun 1960 oleh ilmuwan Robert Dicke dan James Peebles, teori Big Bounce menyatakan bahwa alam semesta kita tidak terbatas, serta memiliki siklus ekspansi lalu runtuh yang tidak pernah berakhir (dan itu berarti kita hanya tinggal menunggu keruntuhan alam semesta kita untuk membentuk alam semesta baru).

Walau begitu, teori ini tidak diterima semua kalangan ilmuwan begitu saja. Beberapa kritikus mengatakan bahwa prinsip-prinsip entropi tidak memungkinkan alam semesta bisa runtuh menjadi singularitas dan lalu membentuk alam semesta baru lagi.

Tidak Pernah Ada Singularitas
Berbeda dengan Big Bounce, teori yang satu ini menyatakan bahwa tidak pernah ada yang namanya singularitas. Sebaliknya, semua energi di alam semesta terikat pada struktur ruang.

Dikenal sebagai hipotesis inflasi, gagasan ini mengatakan bahwa fluktuasi dalam apa yang disebut “bidang inflaton” menyebabkan adanya gelombang energi besar di suatu bidang alam semesta, yang membuatnya berkembang sangat cepat pada suatu waktu miliaran tahun yang lalu.

Percepatan pengembangan itu akan meninggalkan bukti dalam bentuk gelombang gravitasi primordial, yang jejaknya bisa ditemukan dalam radiasi latar belakang gelombang mikro kosmis. Para astronom mungkin belum menemukan bukti untuk yang satu ini, tetapi kebanyakan ahli kosmologi berpendapat bahwa teori ini dapat menjelaskan entropi rendah alam semesta.

Multiverse
Apa jadinya bila alam semesta kita hanyalah salah satu dari banyak alam semesta lain yang dikenal sebagai multiverse? Teori ini sebenarnya merupakan bagian dari hipotesis inflasi di atas, dan mengatakan bahwa unsur-unsur yang menyebabkan inflasi juga mengarah pada penciptaan sekelompok alam semesta lain yang berentropi rendah.

Sayangnya, semua alam semesta pada multiverse akan tertutup satu sama lain, jadi kita tidak akan pernah bisa mendeteksi mereka. Hal itu jelas tidak memuaskan bagi beberapa ilmuwan, sehingga teori ini masih harus banyak dipelajari lagi.

Pada akhirnya, kita mungkin tidak pernah tahu pasti apa yang terjadi sebelum alam semesta dimulai. Sejauh ini, para astronom masih banyak melakukan riset untuk setidaknya memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang alam semesta pra-Big Bang. (byn)