Gusi Kerap Berdarah Saat Menggosok Gigi? Simak Penjelasannya

Gusi Kerap Berdarah Saat Menggosok Gigi? Simak Penjelasannya

Informasi Terkini – Melihat darah dalam campuran ludah saat kita menggosok gigi bukanlah hal yang normal meskipun kerap terjadi pada sebagian orang. Fenomena ini dapat terjadi saat Anda menggosok gigi baik terlalu keras ataupun dengan kecepatan sedang. Jika hal ini sudah terjadi dalam waktu lama, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter gigi langganan. Menurut Sally Cram, D.D.S, periodontis asal Washington, peristiwa ini merupakan tanda-tanda dari beberapa penyakit yang jika tidak disembuhkan dapat berbahaya bagi kesehatan mulut. Berikut beberapa penyebab yang memungkinkan terjadinya gusi berdarah.

1. Gingivitis

Gigi yang tidak dibersihkan dengan benar akan menjadi sarang yang empuk bagi para bakteri berkumpul dan menjadi plak. Mereka biasanya berkumpul di sepanjang batas antara gusi dan gigi yang nampak sebagai tanda berwarna putih atau kuning. Menurut Peter Doig, dokter gigi sekaligus Ketua Asosiasi Dental Kanada, gingivitis sering terabaikan karena tidak adanya rasa sakit. Yang menjadi tanda utamanya adalah darah yang keluar saat menyikat gigi. Jika kondisi ini dibiarkan maka ia akan mengarah pada penyakit periodontal yang ditandai dengan kerusakan jaringan gigi dan kehilangan gigi. Untungnya keadaan ini dapat diobati oleh dokter gigi dengan mengikis plak tersebut.

2. Kebiasaan Merokok

Perokok memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami gusi berdarah. Menurut dr. Doig, hal ini terjadi karena saat merokok, Anda akan mengisap racun yang dapat tertinggal di area gigi. Racun ini sulit dihilangkan hanya dengan menjaga kebersihan mulut. Perokok juga memiliki respon imun yang mudah terganggu terhadap infeksi. Masalah penyembuhan pada infeksi tersebut dipengaruhi oleh kadar oksigen dari suplai darah. Semua faktor yang muncul dari kebiasaan merokok secara negatif dapat mempengaruhi kesehatan gusi Anda.

3. Kehamilan

Perubahan hormon yang muncul pada saat menstruasi dan kehamilan memiliki dampak kepada berbagai lini kesehatan. Salah satunya adalah gusi. Menurut dr. Mandy Shearer pemilik salah satu klinik gigi terkemuka di Amerika, perubahan hormon tersebut dapat membuat gusi membengkak dan lebih sensitif. Pada gilirannya, ia akan mudah berdarah saat disikat dan dibersihkan. Tak perlu khawatir karena hal ini hanya akan terjadi sementara waktu. Anda cukup berkonsultasi pada dokter gigi untuk mengganti produk kesehatan gigi.

4. Mengadopsi Gaya Hidup yang Tidak Seimbang

Mengonsumsi makanan yang tidak sehat, stres, dan kurang tidur dapat menjadi salah satu faktor pendukung gusi berdarah. Gaya hidup yang buruk akan menurunkan daya tahan tubuh. Akibatnya imun mudah diserang oleh bakteri, termasuk mereka yang bersarang pada gigi. Penyembuhan gusi yang sedang radang pun jadi lambat saat tubuh tak memiliki daya serang. Menurut dr. Cram, asupan yang mengandung asam folik, kalsium, vitamin D, dan mineral dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mulut.