Hal Yang Perlu Anda Siapkan Jika Ingin Beralih Profesi Menjadi Freelancer Selagi Bekerja Full-Time

Hal Yang Perlu Anda Siapkan Jika Ingin Beralih Profesi Menjadi Freelancer Selagi Bekerja Full-Time

Informasi Terkini – 1. Buat Rencana yang Matang

Sebelum melepaskan pekerjaan full-time Anda, pastikan Anda telah membuat rencana yang benar-benar matang. Apa tujuan ke depannya, apakah Anda akan bekerja sendiri atau bekerja di bawah perusahaan lain, berapa tabungan yang perlu Anda kumpulkan terlebih dahulu, bagaimana kondisi finansial saat ini, dan seterusnya. Jangan lupa juga untuk mengecek kontrak pekerjaan Anda saat ini, apakah ada larangan untuk Anda bekerja di tempat lain dengan klien yang sama, serta kontrak lainnya yang relevan.

Masa transisi dimana Anda mulai bekerja sebagai freelance sambil tetap bekerja sebagai karyawan tetap, alih-alih langsung resign, sangatlah penting. Dalam proses beralih profesi, akan ada masa di mana Anda berada di atas dan di bawah, perlu waktu untuk belajar, dan Anda mungin akan melakukan kesalahan dalam proses ini. Dengan beralih profesi secara bertahap sambil tetap bekerja, Anda akan memiliki ‘jaring pengaman’ yaitu pekerjaan dan penghasilan tetap saat terjadi hal di luar rencana Anda.

2. Mulai Sedikit Demi Sedikit

Ingat, Anda tidak punya banyak waktu. Meskipun banyak tawaran pekerjaan yang datang, Anda harus bisa memilih mana pekerjaan yang bisa Anda lakukan dan tidak. Iya, memang benar ada ungkapan ‘rezeki jangan ditolak’, namun Anda juga harus ingat bahwa ada ungkapan ‘kalau rezeki nggak kemana’. Jadi, jangan sampai Anda menjanjikan untuk mengerjakan 5 desain dalam satu hari, padahal Anda saja harus bekerja dari pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore.

Saat mengerjakan lebih dari apa yang Anda sanggup, kualitas pekerjaan Anda akan menurun dan akan meninggalkan kesan buruk pada klien-klien baru Anda. Lebih baik kerjakan pekerjaan sejumlah yang Anda sanggup, dan kerjakan sebaik-baiknya. Oh, iya, usahakan juga untuk berbicara jujur dengan klien sedari awal, bahwa Anda memiliki pekerjaan tetap dan hanya bisa mengerjakan pekerjaan freelance di luar waktu kantor, sehingga tidak akan ada klien yang tiba-tiba marah karena Anda tidak membalas pesannya.

3. Maksimalkan Waktu Freelance Anda

Bekerja sebagai karyawan sekaligus freelancer, tentu ada beberapa hal yang harus dikorbankan. Misalnya, waktu Anda di akhir pekan (dimana biasanya Anda pergi ngopi dengan para sahabat) mungkin harus Anda alokasikan untuk melakukan riset, meng-update portfolio, bertemu klien, atau menyelesaikan pekerjaan freelance. Selain itu, Anda bisa mencari waktu tambahan dengan bangun lebih pagi dan tidur lebih malam. Hal ini perlu Anda lakukan agar pekerjaan freelance Anda tidak sampai mengganggu pekerjaan tetap Anda sehari-hari.

4. Buat Batas antara Kedua Pekerjaan Anda

Meskipun penting untuk memaksimalkan waktu freelance Anda, jangan sampai hal tersebut memakan waktu di kantor. Meskipun pekerjaan Anda sudah selesai, kecil kemungkinan bos Anda akan menyukai fakta bahwa Anda melakukan hal lain di luar pekerjaan dan tanggung jawab Anda yang berpotensi mengganggu performa di kantor.Tetap fokus pada pekerjaan Anda di kantor, sehingga Anda akan dipandang sebagai seorang karyawan teladan yang ‘kebetulan’ punya usaha lain di luar kantor, alih-alih karyawan yang seolah tidak menggangap serius pekerjaannya.

Oh, iya, sesepele apapun, hindari godaan untuk memanfaatkan fasilitas kantor untuk kebutuhan pribadi Anda, ya! Termasuk pulsa telepon, koneksi internet, laptop kantor, kertas (numpang nge-print is a BIG NO), hingga alat tulis seperti pulpen atau stapler.

5. Memulai Karier sebagai Full-time Freelancer

Setelah berhasil mendapatkan klien, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dan menuai ulasan positif, pastikan Anda sudah mempersiapkan karir freelancer sebagai pekerjaan tetap sebelum berhenti bekerja dengan membuat website, akun media sosial, kartu nama, hingga ruang kantor mini. Selain itu, pastikan Anda juga sudah siap dari segi lainnya, seperti sudah memiliki tabungan darurat, asuransi, dan hal-hal serupa. Jika Anda sudah merasa siap, pastikan Anda meninggalkan kantor tempat Anda bekerja secara baik-baik. Karena bisa saja bos Anda saat ini akan menjadi klien Anda di masa depan.