Hasrat Seks Pada Remaja Tidak Harus Disalurkan Dengan Masturbasi

Hasrat Seks Pada Remaja Tidak Harus Disalurkan Dengan Masturbasi

Informasi Terkini – Jakarta, pada waktu manusia telah dewasa dan mempunyai pasangan yang sah, maka hubungan seks merupakan salah satu kebutuhan. Tetapi bagaimana jika dengan remaja yang sudah memasuki masa puber, dimana organ reproduksinya sudah berfungsi meski belum matang benar? Apakah boleh remaja untuk menyalurkan hasrat seksya dengan masturbasi?

dr Inneke Limuria selaku konsultan kesehatan mental dan psikologi forensik anak dan dewasa, mengatakan kalau masturbasi merupakan rangsangan yang disengaja yang telah dilakukan pada organ genital untuk mendapatkan suatu kenikmatan dan juga kepuasan seksual. Hal ini sekali-sekali dapat dilakukan oleh sebagian besar laki-laki ataupun perempuan.
dr Inneke pada parenting talkshow yang telah digelar Stella Maris International Education di Bethsaida Hospital, Jl Boulevard Gading Serpong Paramount, Tangerang menerangkan kalau Pria cenderung mengalami masturbasi bila dibanding wanita. Selama dalam masa remaja, persentase baik laki-laki ataupun perempuan yang melakukan masturbasi dapat meningkat dengan pesatnya, terutama pada pria.

Psikolog anak, Efnie Indrianie juga menyampaikan hal yang sama kalau orang tua mendapati anak tengah melakukan masturbasi, maka anak tersebut perlu untuk diajak bicara. Sampaikan kepada anak penjelasan yang masuk akal kalau masturbasi dapat dikendalikan.

Efnie mengatakan kalau dengan penjelasannya dapat memberikan efek ke tubuh secara biologi, di mana kalau masturbasi itu dilakukan berulang maka dapat mengeluarkan sekresi hormon yang buat sensasi menyenangkan. Hal ini kalau secara terus-menerus dilakukan maka dapat mengakibatkan kecanduan, serta dapat menghambat fungsi kesehatan bagian otak. Dari 5 bagian fungsi otak besar, maka akan ada 3 yang rusak, menyebabkan kecerdasan juga berkurang.

dr Ricky Susanto, M.Kes SpOG juga berpendapat sama kalau masturbasi itu tidak baik untuk dilakukan karena bersifat manipulatif. Jika seseorang telah kecanduan masturbasi, pada waktu yang bersangkutan kelak dapat melakukan hubungan seks dengan pasangannya, maka akan berisiko untuk mengalami ejakulasi dini.

dr Ricky merupakan salah satu dokter yang berparktik di RS Bethsaida, Serpong, Tangerang menyarankan kalau jikalau otak telah mengenal aktivitas tersebut, maka dia akan menjadi gampang klimaks. Risiko dari ejakulasi dininya akan lebih besar. Orang yang normal itu tidak akan secara terus-menerus untuk memikirkan seks jika dapat dialihkan pikirannya ke kegiatan yang lain. Hal ini yang sebaiknya diarahkan oleh orang tua.