Hati-Hati, Membagikan Beberapa Hal Ini Di Media Sosial Bisa Memicu Tindak Kriminal Lho!

Hati-Hati, Membagikan Beberapa Hal Ini Di Media Sosial Bisa Memicu Tindak Kriminal Lho!

Informasi Terkini – Penggunaan klorin masih akan terus dilakukan untuk memastikan kolam renang tetap layak digunakan sesuai standar, yakni jernih serta bebas dari bakteri dan kuman. Klorin atau yang biasa disebut dengan kaporit ini merupakan zat kimia yang membawa keuntungan sekaligus kerugian bagi manusia. Anda yang memiliki hobi atau bahkan menjadikan renang sebagai aktivitas rutin, sudah sepatutnya berjaga-jaga atas jumlah klorin yang masuk ke dalam sistem tubuh. Pasalnya, terlalu banyak menyerap klorin tanpa ada pencegahan yang cukup akan memunculkan dampak buruk bagi kesehatan, lho!

1. Apa yang terjadi pada tubuh saat terpapar banyak klorin dalam dalam waktu lama?

Klorin dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit dan saluran pernapasan. Sebagai zat kimia, klorin akan menghasilkan asam tertentu saat berinteraksi dengan air yang merupakan 70% komponen utama tubuh manusia. Asam ini bersifat korosif dan akan merusak setiap sel yang berinteraksi dengannya. Dampak yang terjadi saat seseorang terlalu banyak terkena bisa berlangsung selama beberapa detik hingga menit. Gejala-gejala utama yang biasanya muncul, antara lain kesulitan bernapas, bersin-bersin, sakit tenggorokan, sesak di area dada, hingga iritasi pada mata dan kulit. Ditekahui, gejala-gejala tersebut dapat dipengaruhi oleh cara klorin tersebut masuk, jumlah, serta durasi saat tubuh terpapar klorin.

Menurut salah satu penelitian yang dilakukan Michael Plewa, MD, tak hanya interaksi dengan air saja yang dapat membuat klorin berubah menjadi asam korosif. Profesor Genetika di Universitas Illinois, Amerika Serikat, ini juga menyatakan bahwa ada beberapa hal yang bisa membuat klorin berubah menjadi zat yang lebih beracun, mulai dari makeup, lotion, sampo, keringat, hingga sisa urin yang menempel di tubuh manusia. Rupanya, hal tersebutlah yang menyebabkan asma hingga kanker kandung kemih pada rentang terjadi pada orang-orang yang sering terpapar klorin. Yang membuat hal ini jadi lebih berbahaya lagi adalah zat beracun tersebut tidak hanya akan mengenai mereka yang menyebabkannya, namun juga memberikan efek buruk pada orang lain yang berbagi kolam dengannya.

2. Keracunan Klorin

Meski jarang, namun keracunan klorin bukanlah kasus yang mustahil. Jika sebuah kolam renang memiliki kadar klorin yang melebihi dosis dari yang dianjurkan, maka kemungkinan untuk keracunan klorin menjadi lebih tinggi. Gejala-gejala keracunan klorin tidak jauh berbeda dari gejala yang muncul saat tubuh terekspos dengan klorin dalam jumlah besar dan waktu yang lama, seperti iritasi mata, kesulitan bernapas, sesak di area dada, mual hingga muntah, serta ruam kemerahan pada kulit. Keracunan klorin memang bukan kondisi yang dapat membunuh, namun situasi seperti ini tetap menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang cukup dahsyat bagi korbannya.

Meski dampaknya sangat merugikan kesehatan, bukan berarti Anda jadi tak bisa berenang karena ingin menghindari klorin. Anda masih bisa melakukan olahraga ini, kok! Namun, pastikan Anda tidak melakukannya dalam waktu yang terlalu sering dan lama. Selain itu, pastikan pula Anda telah benar-benar membilas sisa klorin dari kulit, ya!