Ingin Mencicipi Makanan Favorit Para Raja Jawa? Yuk, Kunjungi Berbagai Restoran Berikut Ini

Ingin Mencicipi Makanan Favorit Para Raja Jawa? Yuk, Kunjungi Berbagai Restoran Berikut Ini

Informasi Terkini – Bagi Anda para pencinta kuliner, pasti suka mencicipi berbagai jenis makanan, mulai makanan mainstream hingga yang anti-mainstream. Tapi, pernahkah Anda memiliki keinginan untuk bisa mencicipi menu-menu makanan yang biasanya disajikan hanya untuk para raja? Jika Anda ingin mencicipi menu makanan para raja di Jawa, sekarang hal tersebut bukanlah suatu hal yang mustahil, lho! Anda tidak perlu menjadi tamu negara atau anggota kerajaan untuk mencicipi makanan khas Keraton, karena kini menu-menu makanan favorit para raja di Jawa juga hadir di beberapa restoran berikut ini.

1. Bale Raos – Yogyakarta

Restoran yang didirikan oleh salah satu anggota keluarga Kraton Yogyakarta, KPGH Hadiwinoto pada tahun 2004 lalu ini, menyajikan arsitektur bangunan joglo khas Jawa, dengan ukiran-ukiran ala keraton di setiap tiangnya. Tujuan utama didirikannya restoran ini adalah, agar masyarakat awam juga bisa merasakan menu-menu khas Keraton Yogyakarta, sekaligus melestarikannya. Restoran ini tertelak tepat di sisi selatan Keraton Yogyakarta, tepatnya di Jalan Magangan Kulon No.1, Desa Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta.

Terdapat 70 menu makanan khas Keraton Yogyakarta yang tersedia di Bale Raos Resto ini. Dalam menu-menu tersebut ada menu favorit dari Sri Sultan Hamengkubuwana IX yaitu bebek suwar-suwir dengan saus kedondong, dan juga semur piyik, yang terbuat dari burung dara yang dimasak manis dan salad khas Belanda yang merupakan menu favorit dari mendiang Sri Sultan Hamengkubuwana VIII. Untuk menu minuman favoritnya ada wedang secang dan juga Bir Jawa. Kedua minuman tersebut dibuat dengan bahan dasar rempah-rempah khas Nusantara.

2. Gadri Resto – Yogyakarta

Letak Gadri Resto juga berada di kawasan sekitar Keraton Yogyakarta, tepatnya di Ndalem Joyokusuman, yang juga merupakan museum untuk menyimpan benda-benda bersejarah Keraton Yogyakarta. Restoran ini umurnya lebih tua dibandingkan dengan Bale Resto, Gadri Resto sudah berdiri sejak 20 tahun silam. Restoran ini didirikan dan dikelola oleh istri dari GBPH Joyokusumo, adik dari Sri Sultan Hamengkubuwana X.

Salah satu makanan favorit di Gadri Resto adalah nasi blawong. Nasi blawong memiliki rasa hampir mirip dengan nasi kebuli, tapi tidak terlalu menyengat. Dihidangkan dengan lauk pendamping seperti, ayam bacem, lombok kethok daging (daging sapi yang dimasak dengan cabai), telur pindang goreng, peyek teri, plus lalapan dan sambal. Selain itu di Gadri Resto juga tersedia menu arseng, yaitu kolak pisang kepok matang yang dimasak tanpa gula jawa. Menu ini disebut sebagai salah satu makanan favorit Sri Sultan Hamengku Buwana IX.

3. Roemahkoe Resto – Solo

Roemahkoe Resto merupakan resto yang menyajikan makanan khas Keraton Surakarta yang diracik dengan resep khas Keraton. Roemahku Resto merupakan milik juragan batik ternama, (alm.) Puspo Sumarto, yang sudah berdiri sejak 1983. Restoran yang berada di jalan Dr. Radjiman No. 501, Laweyan, Solo ini menyajikan menu-menu tradisional khas Solo, termasuk menu favorit raja dan anggota keluarga Keraton Solo. Salah satunya adalah nasi jemblung, yaitu nasi yang dibentuk seperti donat, dengan lubang di tengah yang kemudian diisi dengan lauk lidah sapi kecap, serta tambahan lauk pelengkap seperti, kerupuk rambak, irisan timun, tomat dan sambal terasi. Selain itu juga masih ada beberapa menu tradisional khas Solo yang tersedia di restoran ini.

4. Omah Sinten – Solo

Berlokasi di seberang Pura Mangkunegaran. Omah Sinten menawarkan menu-menu khas dari Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran Solo. Saat mengunjungi restoran ini, Anda akan disajikan dengan nuansa kerajaan yang begitu kental, sehingga membuat Anda seolah sedang berada di kerajaan dan tengah menikmati menu-menu lezat khas para raja.

Menu favorit dari Omah Sinten adalah nasi golong yang disuguhkan bersama berbagai menu seperti, urap sayuran, telur rebus, tahu dan tempe goreng, ayam goreng, sayur bening atau biasa disebut sayur loncom, rebusan bayam, jagung, dan wortel. Selain itu di Omah Sinten juga terdapat sate penthul, yang merupakan menu langka yang hanya dimasak di Kasunanan Surakarta delapan tahun sekali, khususnya saat upacara Adang Sega Tahun Dal atau upacara menanak nasi Sunan Paku Buwono dalam Grebeg Maulud Tahun Dal.

Hemm, sepertinya menu-menu makanan favorit para raja-raja di Jawa yang disediakan oleh 4 retoran tersebut cukup menggugah selera ya, ladies.