Ini Bukti Rokok Elektrik Dan Rokok Tembakau Sama Bahayanya

Ini Bukti Rokok Elektrik Dan Rokok Tembakau Sama Bahayanya

Informasi Terkini – Merokok memang berbahaya. Namun, meskipun begitu, merokok masih menjadi gaya hidup banyak orang. Bahkan, anak di bahwa umur pun diketahui bahwa mereka juga merokok padahal masih belum diperbolehkan.
Tetapi, mulai tahun 2000 yang lalu muncul sebuah inovasi pengganti rokok batangan. Rokok itu adalah rokok elektrik yang kabarnya lebih aman dari rokok batangan yang terbuat dari tembakau. Rokok elektrik ini berisi cairan sebagai pengganti tembakau. Namun ternyata dalam sebuah penelitian menemukan bahwa rokok elektrik maupun tembakau sama berbahayanya. Berikut ini pembuktiannya:
1. Menyebabkan masalah jantung
Dalam rokok elektrik memang tidak ada kandungan tembakau. Namun, rokok elektrik masih tetap mengandung nikotin yang berbahaya bagi kesehatan jantung bahkan bisa merusak sel-sel yang ada pada jantung.
2. Mengiritasi mata dan saluran pernapasan
Selain nikotin, rokok elektrik juga mengandung formaldehida yang dapat mengiritasi mata, dan saluran pernapasan yaitu tenggorokan dan hidung. Tak hanya itu, kandungan propilen glikol juga berdampak sama seperti formaldehida.
3. Melepaskan dopamin, menyebabkan kecanduan
Meski berbeda dari rokok tembakau, rokok elektrik ini juga mengandung nikotin yang melepaskan dopamin ke seluruh tubuh dan membuat yang menggunakannya merasa kecanduan. Semua dopamin yang ada dalam rokok membuat Anda yang menghisap rokok merasa lebih tenang dan sensasi kesenangan tersendiri.
4. Cairan rokok elektrik menjadi racun jika tertelan
Masih hal nikotin. Mengonsumsi nikotin yang terlalu banyak bisa menyebabkan racun bagi tubuh. Hal ini bisa menyebabkan overdosis yang berujung kematian.
5. Berbahaya bagi kesehatan otak
Penelitian yang menganalisis remaja yang menggunakan rokok elektrik menemukan bahwa mereka yang sering menggunakan rokok elektrik mengalami masalah serius di otak pada jangka panjang akibat menggunakan rokok elektrik. Masalah pada otak ini meliputi ingatan buruk yang kemudian berisiko menyebabkan masalah mental seperti depresi dan sebagainya.