Kamu Sebagai Pekerja Freelance? Ini Dia Tips Mengatur Keuangan Agar Tabunganmu Tak Terkuras Habis

Kamu Sebagai Pekerja Freelance? Ini Dia Tips Mengatur Keuangan Agar Tabunganmu Tak Terkuras Habis

Informasi Terkini – Sekarang ini, profesi freelancer bukanlah sesuatu yang aneh. Banyak sekali orang yang memilih bekerja secara freelance dibanding terikat pada satu perusahaan tertentu. Jam kerja fleksibel, beban kerja yang bisa di-adjust sesuai kemampuan, hingga lokasi bekerja tak terbatas menjadi alasan para freelancer memilih menjadi pekerja lepas. Meski kelihatannya bebas dan menyenangkan, ada beberapa masalah yang kerap menghantui para freelancer, salah satunya soal keuangan. Masalah utama freelancer adalah tanggal gajian dan jumlah gaji yang tidak pasti setiap bulannya. Kadang penghasilan berlebih pada beberapa bulan, namun tak jarang sepi job di bulan-bulan lain. Nah, tips mengatur keuangan berikut ini dapat diikuti para freelancer supaya kondisi finansial selalu aman.

1. Tetapkan Tanggal Gajian Sendiri

Perlakukan diri sendiri sebagai karyawan yang menerima gaji tiap bulan. Caranya, pisahkan rekening untuk menerima bayaran dan rekening untuk biaya hidup. Tetapkan jumlah gaji per bulan dan tanggal gajian. Transfer dana dari rekening pertama ke rekening biaya hidup Anda pada tanggal yang sama dan dalam jumlah sama tiap bulan tak peduli berapapun total penghasilan yang diterima bulan tersebut.

2. Pisahkan Dana Operasional

Atas nama passion, biasanya freelancer tidak peduli pada dana operasional yang dikeluarkan saat bekerja. Bahkan, tak jarang biaya operasional tidak sebanding dengan bayaran yang diterima. Hal tersebut mengakibatkan kondisi finansial tidak sehat. Dana operasional maksudnya biaya yang diperlukan untuk bekerja, misalnya biaya internet, perawatan alat (laptop, kamera, perlengkapan lain), transportasi ke lokasi kerja, ongkos kopi (tapi bukan kopi di kafe tiap hari, lho), dan sebagainya. Sisihkan dana operasional setiap kali menerima bayaran. Jika sewaktu-waktu laptop rusak atau kamera hilang, Anda tidak perlu panik mencari pinjaman dana.

3. Bagi Gaji Menjadi Enam Bagian

Dari gaji yang diterima tiap bulan, bagi menjadi enam pos. Ikuti perhitungan ini, yuk! Sisihkan 45% dari gaji untuk biaya hidup, 5% untuk zakat atau amal, 15% untuk cicilan apa saja, 15% untuk dana darurat dan investasi, 10% utuk tabungan, dan 10% untuk biaya gaya hidup. Hal ini tentu bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Dengan membagi gaji ke dalam pos-pos tersebut, pengeluaran jadi lebih terkontrol.

4. Disiplin

Nah, poin terakhir ini yang paling penting. Sebagus apa pun Anda mengatur keuangan, sedetail apa pun pembagian pos-pos pengeluaran, kalau diri sendiri tidak disiplin ya tidak ada gunanya. Jika Anda sudah menetapkan biaya untuk gaya hidup hanya sebesar 10%, ya jangan melebihi jatah. Kalau gaji bulanan sudah ditetapkan sekian Rupiah, ya jangan mengambil uang lagi dari rekening pertama.