Kesal Didiamkan Seseorang? Inilah Cara Mengatasi Orang Dengan Sifat Pasif-Agresif

Kesal Didiamkan Seseorang? Inilah Cara Mengatasi Orang Dengan Sifat Pasif-Agresif

Informasi Terkini – Secara tiba-tiba didiamkan seseorang dan tidak tahu Anda salah apa? Bisa jadi Anda sedang menghadapi orang dengan sifat pasif-agresif, yakni seseorang yang meluapkan emosi dengan tujuan agar orang lain kesal, namun dilakukan secara tidak langsung. Biasanya orang ini juga mengatakan dirinya baik-baik saja walaupun sebenarnya ia tidak tahu cara menghadapi konflik dengan baik. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut.

1. Berusaha Tidak Merespons

“Maksud Anda apa?” atau "Mengapa Anda mengatakan itu?”
Terdapat garis tipis antara merespons orang yang pasif-agresif atau terlibat langsung dalam drama yang mereka ciptakan. Seperti yang telah dijabarkan pada artikel sebelumnya, salah satu ciri orang dengan sifat pasif-agresif adalah penghinaan secara halus. Ketika Anda menghadapi hal semacam ini, berusahalah untuk tidak terpancing.

Mengajukan pertanyaan seperti itu sebaiknya Anda hindari sebagai salah satu cara untuk tidak terlibat dalam dramanya. Cara ini dianggap ampuh untuk mengatasi orang dengan sikap pasif-agresif. Dengan begitu, kemungkinan besar mereka tak merasa senang terus menerus dalam sifat pasif-agresif tersebut.

2. Jangan Memaksa untuk Mengubahnya

Mencoba untuk merubah sifat pasif-agresif teman atau keluarga Anda hanya membuang-buang waktu. Meskipun terdengar baik, namun sebenarnya hal tersebut pada akhirnya hanya menghasilkan kekecewaan karena tak akan berhasil. Alasan seseorang memiliki sifat pasif-agresif adalah kompleks dan mendalam. Sifat tersebut dapat berubah jika orang tersebut memang mau menguubahnya sendiri alias atas kesadaran dirinya. Oleh sebab itu, bukan tugas Anda untuk mengubah sikap dan perilaku mereka melainkan dirinya sendiri.

3. Selipkan Humor pada Saat Tertentu

Humor dianggap menjadi powerful communication tool jika Anda gunakan pada saat-saat yang tepat, salah satunya dalam menghadapi orang dengan sikap pasif-agresif. Cara ini dapat Anda lakukan untuk memecah kebekuan ketika terjadi percakapan yang kurang bersahabat. Dalam sebuah buku berjudul How to Successfully Handle Passive-Aggressive People dijelaskan bahwa humor masuk dalam resolusi konflik yang digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan perilaku sulit seperti pasif-agresif.

4. Berikan Peluang Baginya untuk Memecahkan Masalah

Seseorang dengan karakter pasif-agresif biasanya tidak percaya dengan pendapatnya sendiri dan berpikir bahwa suara mereka tak didengarkan. Untuk itu, bantu mereka agar lebih percaya diri dalam mengemukakan pendapat. Jika teman Anda di kantor memiliki sikap seperti ini, sertakan ia dalam sebuah diskusi dan mintalah solusi atau masukan darinya. Walaupun kemungkinan terburuknya ia memberikan solusi yang kurang tepat atau malah memberikan kritik, pastikan Anda berada pada posisi netral. Anda tak perlu setuju atau tidak setuju dengannya, cari cara agar ia tak merasa disudutkan seperti berikan jawaban bahwa pendapat atau kritiknya akan Anda ingat.

5. Berikan Gambaran Konsekuensi atas Tindakannya

Sesekali memberikan gambaran atas konsekuensi bersikap pasif-agresif menjadi alternatif lain dalam mengatasi orang tersebut. Memberikan perlawanan atas perilaku mereka terlepas dari apapun yang mereka katakan, seperti ketegasan Anda atau lebih pada konsekuensi jelas, setidaknya dapat membuat orang pasif-agresif mempertimbangkan kembali perilakunya. Tentu harus diimbangi dengan ketenangan dan kepercayaan diri Anda pada saat mengatakannya, agar mereka tak menganggap hal tersebut merupakan ancaman kecil.