3 Tips Simpan Santan Fresh Agar Lebih Awet

Di Indonesia, kuliner yang berbahan santan cukup beragam dan diminati oleh banyak kalangan. Mulai dari opor ayam, sayur lodeh, rendang, hingga aneka cemilan dan beberapa minuman didominasi oleh santan.

Rasa gurih yang diciptakan oleh santan ini membuat hidangan terasa lebih lezat. Santan sendiri terbuat dari perasan daging kelapa. Dan, bahan ini sangat mudah ditemukan di pasar tradisional maupun modern.

Meski berguna untuk melezatkan masakan, bahan makanan ini bisa dibilang rentan rusak serta basi jika tidak disimpan dengan metode yang benar. Maka dari itu, Anda perlu menerapkan tips-tips berikut ini agar santan senantiasa lebih awet dan fresh meski disimpan berminggu-minggu.

1. Simpan dalam wadah tertutup

Santan akan mudah membusuk jika Anda membiarkannya terkena udara secara langsung. Dan, jika Anda menggunakan sembarangan tempat untuk menyimpannya, hal ini juga membuat santan rentan terkontaminasi oleh kotoran, debu, dan kuman yang mempercepat terjadinya pembusukan.

Nah, agar tidak terjadi seperti itu, saring santan terlebih dahulu sebanyak 2 kali hingga semua kotoran lenyap. Setelah itu, simpan santan ke dalam wadah yang tertutup. Pastikan sebelum menggunakan wadah tersebut, Anda mencucinya hingga bersih memakai air panas.

2. Rebus santan dengan garam sebelum disimpan

Santan yang fresh akan bertahan dan mengalami pembusukan jika dalam 2 hari tidak digunakan atau disimpan dengan baik. Agar tidak terjadi demikian, Anda bisa merebusnya terlebih dahulu menggunakan garam. Biarkan hingga mendidih dan diamkan sebentar. Baru Anda boleh menyimpannya pada wadah yang kedap udara.

3. Simpan di dalam freezer

Santan yang sebelumnya telah direbus memang akan lebih bertahan kesegarannya hingga 4 hari lamanya. Untuk memperpanjang penyimpanannya, Anda bisa menggunakan freezer sehingga santan akan membeku. Dengan begitu, santan akan lebih awet sepanjang 1-2 bulan. Jika hendak diolah, Anda perlu mencairkan santan dengan merebusnya dengan air.