Berikut Tanda Atau Sikap Anak Yang Sudah Terindoktrinisasu Radikalisme

Berikut Tanda Atau Sikap Anak Yang Sudah Terindoktrinisasu Radikalisme

Informasi Terkini – Beberapa hari yang lalu terjadi bom bunuh diri di Surabaya. Sontak hal tersebut membuat banyak orang harus terus waspada. Bom tersebut meledak di tiga gereja yang ada di Surabaya. Diketahui, pelaku bom tersebut adalah satu keluarga yang melakukan aksinya secara terpisah.
Bom bunuh diri tersebut juga melibatkan anak-anak mereka. Dalam hal ini, tentunya anak-anak tidak bisa disebutkan sebagai pelakunya. Tetapi, anak-anak justru sebagai korban dari indoktrinasi radikalisme. Sebelumnya hal ini tentu diajarkan dari orangtua kepada anak agar sang anak meniru orangtuanya.
Sikap anak yang sudah diindoktrinisasi radikalisme tentu berbeda dengan yang lainnya. Di sekolahan anak tentu akan enggan untuk ikut upacara bendera dan tidak mau menghormati bendera. Bukan hanya itu, mereka juga tidak mau menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Salah satu contohnya ada pada pelaku bom di tiga gereja Surabaya ini. Ayah mereka yang berinisial DS itu waktu muda enggan untuk ikut upacara bendera. Dia juga tidak mau hormat dengan bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Karena hal ini pihak sekolah atau guru di sekolah perlu peka dalam hal ini agar tak ada lagi indoktrinisasi radikalisme yang membuat dampak buruk.