Ini Dia! Do And Don’t Ketika Mencabut Alis

Ini Dia! Do And Don’t Ketika Mencabut Alis

Informasi Terkini – Dibanding membentuk eyeliner, kebanyakan wanita menghabiskan banyak waktu membentuk alis setiap harinya. Untuk mendapat bentuk yang proporsional, alis memang sebaiknya dirapikan dengan dicabut atau dicukur. Anda yang sering mencabut alis untuk mempertahankan bentuknya, simak panduan Do and Don’t berikut ini.

DO:

1. Pilih alat pencabut yang tepat

Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum mencabut bulu alis adalah memilih alat pencabut yang tepat. Hindari pencabut yang terlalu tajam ujungnya agar bulu tak terpotong sebelum tercabut.

2. Hentikan jika terasa sakit

Jika mencabut alis terasa menyakitkan, hentikan segera. Jangan memaksakan diri untuk terus mencabut rambut alis Anda. Rasa sakit yang dialami tubuh adalah peringatan bagi Anda. Bisa saja kulit Anda sedang sensitif atau mengalami iritasi. Sebaiknya, tunggu hingga kondisi kulit Anda normal dan rasa sakit sudah berkurang. Jika kulit Anda memerah setelah mencabut bulu alis, kompres dengan air dingin atau baurkan aloe vera. Biarkan beberapa saat hingga rona merahnya menghilang.

3. Ketahui batas lengkungan alis

Bingung menentukan seberapa tinggi lengkungan Anda? Dibuat melengkung tinggi, Anda tampak mengerikan. Dibuat mendatar, wajah Anda tampak sendu. Pangkal alis sebaiknya dibentuk tepat dan lurus di atas sudut mata. Untuk lengkungan, bentuklah di atas bola mata dengan ujung alis dilukis sekitar 45 derajat dari sudut luar mata Anda. Untuk memudahkan, bentuk beberapa titik di alis sebagai alat ukur.

4. Rapikan dengan sikat atau sisir alis

Setelah selesai mencabut alis, pastikan Anda benar-benar menyelesaikannya dengan baik. Jangan sampai ada bulu yang tertinggal yang akhirnya menimbulkan kesan tidak rapi dan tak proporsional. Coba rapikan terlebih dahulu dengan sikat atau sisir alis dan lihat hasilnya.

5. Mengisi bagian alis

Jika membentuk bagian luar alis sudah selesai, lihat bagian dalamnya. Apakah alis Anda terisi semua? Jika Anda menemukan bulu di bagian tengah alis Anda tidak penuh, siasati dengan pensil alis dengan warna yang sesuai dengan bulu alis. Setelah itu, sapukan lagi pensil alis dengan warna yang biasa digunakan untuk mengisi alis secara keseluruhan.

DON’T:

1. Cabut alis tak tentu waktu

Kapan Anda mencabut bulu alis? Jika biasanya Anda mencabutnya kapan saja atau sebelum mandi, mari ganti kebiasaan tersebut. Waktu yang paling tepat untuk mencabut alis adalah setelah mandi. Kulit yang lebih lembap akan membuat bulu alis lebih mudah terangkat dan mengurangi rasa sakit. Jika Anda mandi dengan air hangat, bulu alis akan semakin mudah dicabut. Air hangat membantu membuka pori-pori kulit dan menghaluskan bulu alis.

2. Pakai kaca pembesar

Jika Anda pikir kaca pembesar dapat lebih membantu Anda ketika mencabut alis, Anda salah besar. Kaca pembesar akan membuat seolah tak ada lagi bulu alis yang perlu dirapikan. Karena jarak pandang yang terlalu dekat, Anda tak bisa melihat bentuk alis secara keseluruhan. Kaca pembesar juga bisa membuat Anda tanpa sadar mencabut bulu alis terlalu banyak. Gunakan cermin biasa dan cabut alis di ruangan dengan pencahayaan yang cukup.

3. Mencabut tanpa menunggu bulu tumbuh

Setelah merapikan alis, Anda tak perlu terus menerus mencukur atau mencabutnya. Jika begitu, tak akan ada lagi bulu alis yang tersisa! Tunggu hingga dua minggu dan perhatikan pertumbuhan bulu-bulu baru. Bulu alis inilah yang harus dicabut agar bentuk alis tetap terjaga. Jika pertumbuhannya tak terlalu terlihat, cukup rapikan dengan sikat.