Jangan Makan Jeruk Bali Sebelum Dan Sesudah Minum Obat, Ini Alasannya

Obat biasanya dibungkus dengan rasa yang pahit. Beberapa orang pun mengonsumsi buah untuk menghilangkan rasa pahit tersebut. Namun, jangan lakukan ini untuk buah jeruk bali. Mengapa? Karena keefektifan obat akan menghilang saat Anda mengonsumsi buah jeruk bali, entah itu sebelum minum obat maupun setelahnya.

Setidaknya terdapat 53 obat yang menjadi kurang efektif saat mengonsumsi buah jeruk bali. Hal ini dikarenakan buah tersebut memiliki kandungan senyawa yang mengganggu enzim pada usus kecil. Karena itulah obat menjadi terlalu kuat efeknya sehingga tidak dapat diserap dan bekerja dalam tubuh dengan maksimal.

Seorang perawat dan pelatih pertolongan pertama dari First Aid For Life, Emma Hammet mengatakan bahwa jeruk bali memberikan pengaruh berbeda tergantung pada masing-masing obat. Namun, umumnya jeruk bali mempengaruhi sebagian besar obat yang sering dikonsumsi masyarakat, seperti untuk hipertensi atau tekanan darah tinggi, mengurangi kolesterol, bahkan untuk alergi dan demam.

Pengaruh jeruk bali pada obat tertentu, seperti untuk menurunkan kolesterol menyebabkan dosis obat menjadi lebih tinggi sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk proses metabolisme. Jika hal ini terjadi dapat mengakibatkan meningkatnya risiko kerusakan hati, bahkan terjadinya gagal ginjal.

Sementara itu, pada beberapa obat untuk alergi atau demam, jeruk bali mengurangi kandungan obat yang memasuki darah sehingga potensi dan kerja obat tidak maksimal. Hal ini pun menyebabkan sakit tersebut yang tak kunjung sembuh.

Jika masih belum paham, Anda bisa bertanya kepada dokter atau ahlinya, ya.