Obesitas Ekstrem Ternyata Juga Menyerang Fungsi Organ Dalam

Obesitas Ekstrem Ternyata Juga Menyerang Fungsi Organ Dalam

Informasi Terkini – Obesitas adalah kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak. Dikatakan obesitas apabila Indeks Masa Tubuh (IMT), lebih dari 25. IMT sendiri dapat dihitung dari tinggi badan dikurangi berat badan.
Saat ini, bahkan obesitas sudah mulai tingkat yang ekstrem . Hal ini menyebabkan mereka yang terkena obesitas ekstrem menjadi kesulitan untuk beraktivitas, diantaranya tidak bisa duduk, bahkan ada yang sampai tidak bisa berdiri. Jadi, mereka butuh bantuan oranglain agar bisa melakukan aktivitas.
Menurut pakar obesitas dari Light House, dr Grace Judio-Kahl, selain kesulitan beraktivitas, secara anatomis pertumbuhan tulang akan terganggu karena tubuh tidak bisa menopang. Selain itu juga mendapat gangguan kulit.

“Mereka akan terus keringatan. Jadi akan banyak biang keringat, khusunya di lipatan-lipatan seperti bawah dada dan punggung. Juga bakal jamuran di area selangkangan,” ujar dr Grace Judio-Kahl saat ditemui di daerah Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).
Mereka juga mendapat gangguan organ dalam, seperti gangguan jantung, karena jantung bekerja dua kali lipat serta paru-paru yang tidak bisa mengembang dengan baik yang akhirnya menyebabkan gangguan pernafasan.
“Seperti darah tinggi. Bukan karena saking gendutnya lalu kejepit pembuluh darahnya tapi tubuhnya bikin banyak hormon dan protein yang bisa membuat pembuluh darah tidak bisa kembang kempis dengan baik,” tambahnya.

Dr Grace juga mengatakan bahwa mereka yang mengalami obesitas ekstrem akan terkena diabetes juga. Karena pankreasnya harus mengeluarkan hormon untuk metabolisme makanan. Membuat tubuhnya menolak insulin sehingga kadar gula dalam darahnya akan tetap tinggi.

“Jadi akan banyak organnya yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Saat ini mungkin dia akan merasakan masalah di anatominya tapi untuk nantinya, masalahnya akan terjadi di kardiovaskular,” pungkasnya.