Semenjak Covid-19 Aktivitas Belajar Jadi Daring, Apa Perbedaannya Dengan Luring?

Semenjak adanya pandemi covid-19, aktivitas manusia menjadi sangat terbatas. Tidak diperbolehkan berkerumun, selalu menjaga kesehatan dan selalu mencuci tangan serta memakai masker. Hal ini bertujuan agar virus tak lagi menyebar dan bisa kembali pada kondisi semula.

Nah, saat ini di Indonesia merupakan era new normal yang masyarakatnya sudah bisa menjalani aktivitas sehari-hari namun tetap diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan. Namun, bagi mahasiswa dan murid masih belum diperbolehkan untuk tatap muka langsung sehingga universitas maupun sekolah menggantinya dengan menerapkan sistem online class/pembelajaran daring.

Apa itu daring?

Dilihat dari KBBI Kemendikbud, kata daring merujuk pada jaringan, terhubung mslalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya. Sementara itu, banyak guru, siswa, dosen, mahasiswa mengatakan bahwa daring itu ya kegiatan belajar-mengajar secara online, termasuk juga pemberian tugas.

Dari hal tersebut, pembelajaran daring bisa memberikan pengertian bahwa merupakan metode belajar yang menggunakan metode interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS). Seperti menggunakan Google Meet, Zoom, dan lainnya.

Lalu, apa bedanya dengan luring?

Sementara, luring merupakan sebaliknya. Pembelajaran luring membutuhkan tatap muka. Dilansir dari KBBI Kemendikbud, luring merujuk pada luar jaringan; terputus dari jejaring komputer. Hal ini bisa seperti pembelajaran di kelas dengan ada tenaga pengajar.