Ketahui Beberapa Jenis Makanan Yang Dapat Memicu Terjadinya Sakit Kepala

Ketahui Beberapa Jenis Makanan Yang Dapat Memicu Terjadinya Sakit Kepala

Informasi Terkini – You are what you eat. Dalam sehari-hari, mungkin tak sedikit dari Anda yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca berbagai ulasan produk kecantikan sebelum membelinya. Tujuannya? Tentu saja agar tidak menyesal jikalau produk tersebut ternyata kurang bagus atau tidak cocok dengan kondisi kulit. Sayangnya, jarang sekali yang menerapkan kebiasaan tersebut saat memilih makanan. Kecuali sedang menjalani diet khusus atau ingin mencoba tempat makan baru, rasanya cukup mustahil deh ada yang mau menghabiskan waktunya berjam-jam mencari ulasan seputar menu yang ingin dimakan. Terlebih lagi, jika Anda makan di warung atau pinggir jalan.
Namun, bagi yang rentan mengalami sakit kepala atau sedang berada dalam kondisi tubuh kurang fit, keliru memilih makanan dapat membuat Anda sakit kepala, lho! Nah, berikut ini ada beberapa jenis makanan yang dapat menjadi pemicu sakit kepala untuk Anda hindari. Apa saja?

1. Daging

Walau belum ada studi pasti mengenai keterkaitan daging, terutama olahan seperti hamburger, sosis, bacon, bakso, dan lain-lain dengan sakit kepala, namun nyatanya ada beberapa kandungan pada daging olahan yang dapat menjadi pemicu sakit kepala. Salah satunya adalah tyramine yang diproduksi oleh banyak makanan termasuk daging. Selain itu, pada daging olahan juga kerap ditemukan nitrate, bahan pengawet daging yang dapat menjadi pemicu sakit kepala.

2. MSG

Nama MSG (Monosodium Glutamate) dan hubungannya dengan kesehatan mungkin sudah tak lagi asing untuk Anda. Walau MSG bekerja untuk memperkuat rasa makanan agar semakin lezat, sayangnya kandungan ini juga menjadi salah satu pemicu terjadinya sakit kepala. Semakin tinggi kadar MSG, semakin tinggi pula dampaknya dalam memicu sakit kepala. Meskipun kerap dikaitkan dengan sajian mi instan, namun MSG juga terdapat pada banyak makanan lainnya, seperti frozen food, sup kalengan, panganan ringan, hingga makanan di restoran.

3. Pemanis Buatan

Dilansir dari Reader’s Digest, FDA menuturkan bahwa mereka telah menerima komplain dari konsumsi aspartame yang menyebabkan beberapa gejala seperti pusing dan sakit kepala. Walaupun konsumsi aspartame dibolehkan, namun berbagai instansi kesehatan menekankan bahwa konsumsi aspartame dianggap tidak berbahaya asalkan tidak dikonsumsi lebih dari 50 mg per hari. Nah, apabila Anda ingin mencegah sakit kepala, sebaiknya hindari minuman kemasan atau kalengan seperti soda yang memiliki kadar aspartame tinggi, ya!

4. Keju

Sejak beberapa tahun belakangan, keju telah menjadi primadona dalam banyak makanan. Bermula dari topping untuk makanan Italia seperti pizza dan pasta, kini Anda dapat menemukan keju pada martabak, kue cubit, satay, kopi, teh, dan masih banyak lagi. Sayangnya, sama seperti daging, keju juga memproduksi tyramine saat protein pada keju terpecah. Semakin tua umur suatu keju, semakin banyak pula kadar tyramine yang ada di dalamnya. Beberapa jenis keju yang paling banyak memiliki tyramine adalah Swiss, chedddar, gouda, dan parmesan. Selain daging dan keju, tyramine juga ditemukan pada pisang dan alpukat yang matang, lho!

5. Kecap dan garam

Walau kecap dan garam kurang tepat jika disebut sebagai makanan, namun kedua bahan pelengkap ini hampir bisa ditemukan dalam setiap makanan. Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa kedua jenis bumbu ini bisa menyebabkan sakit kepala? Jawabannya adalah kecap mengandung banyak MSG, sedangkan garam tinggi akan sodium. Keduanya telah diteliti dapat menjadi pemicu sakit kepala. Selain itu, kedua bahan pelengkap ini juga kerap terasa asin dan gurih, yang jika tak diimbangi dengan asupan air yang cukup dapat berujung pada dehidrasi, sehingga menyebabkan sakit kepala juga.