Ketahui PerbedaanLabel Kosmetik Organic, All Natural, Non Toxic, Dan Chem-Free?

Ketahui PerbedaanLabel Kosmetik Organic, All Natural, Non Toxic, Dan Chem-Free?

Informasi Terkini – Meningkatnya minat terhadap kosmetik ramah lingkungan berjalan seiring dengan kemunculan produk-produk dari brand yang ramah lingkungan pula. Mulai dari makeup, skin care, hingga body care, kini Anda sudah bisa menemukan produk alternatif yang tak hanya ramah bagi kulit, tetapi juga lingkungan. Nah, pada kemasan produk kosmetik di pasaran, Anda mungkin akan menemukan beberapa label kosmetik bertuliskan organic, all-natural, non toxic, hingga chem-free. Bagi orang awam, label kosmetik tersebut mungkin akan terdengar sedikit membingungkan. Lantas, apa arti dan perbedaan dari masing-masing label tersebut ya? Simak yuk, untuk tahu jawabannya.

1. Organic

Produk dengan label organik artinya diproduksi tanpa penggunaan pestisida, pupuk sintetis, organisme rekayasa genetika, hormon pertumbuhan, dan bahan sintetis lainnya. Setiap negara memiliki regulasi standar yang berbeda-beda mengenai label organik pada kosmetik. Seperti di California misalnya, membutuhkan kandungan organik sebanyak 70% saja. Salah satu label organik dengan kandungan tertinggi adalah keluaran USDA Organic yang berarti bahwa produk tersebut memiliki setidaknya 95% bahan organik.

2. All Natural

Idealnya, produk dengan label natural semestinya tidak memiliki kandungan bahan sintetis di dalamnya. Namun, belum ada standar regulasi yang jelas mengenai label natural pada produk kosmetik. Akibatnya, ada cukup banyak brand kosmetik yang menggunakan label natural walaupun mayoritas kandungannya terdiri dari bahan-bahan sintetis.

Nah, agar tidak tertipu oleh trik marketing ini, ketahui dulu cara mengenali kosmetik yang benar-benar bersifat natural. Pertama, dapat dikenali melalui label ingredients produk. Penulisan ingredients diurutkan dari kandungan paling tinggi ke paling rendah. Maka itu, penulisan bahan natural seharusnya bisa Anda temukan di bagian awal ingredients. Namun, jangan lupa bahwa ada beberapa bahan natural yang ditulis dengan nama ilmiah sehingga mungkin akan membingungkan Anda. Selain itu, produk yang benar-benar bersifat natural umumnya mendapat sertifikasi dari pihak ketiga.

3. Non Toxic

Label non-toxic memiliki arti bahwa produk tersebut diproduksi tanpa menggunakan kandungan yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia atau lingkungan, seperti parabens, phthalates, formaldehyde, petroleum, coal tar, asbestos, atau bahan berpotensi racun lainnya. Berbeda dengan dua label sebelumnya, label ini memiliki regulasi yang legal sehingga bisa dipastikan keamanannya.

4. Chem-Free

Nah, kalau yang label satu ini hanya merupakan trik marketing saja. Pasalnya, tidak mungkin sebuah produk diproduksi tanpa kandungan zat kimia sama sekali. Masih banyak orang yang beranggapan bahwa zat kimia adalah hal yang berbahaya. Padahal kalau Anda ingat pelajaran semasa sekolah dulu, air pun merupakan zat kimia murni, lho! Jadi, jangan sampai termakan trik ini, ya!