Ketahui Tanda-tanda Yang Menandakan Anda Sudah Terlalu Bergantung Pada Pasangan

Ketahui Tanda-tanda Yang Menandakan Anda Sudah Terlalu Bergantung Pada Pasangan

Informasi Terkini – 1. Anda sudah tidak mengenal “me time,” yang ada hanya “us time”

Salah satu perbedaan yang sangat terasa ketika single dan memiliki pasangan adalah berkurangnya me time. Coba deh, ingat-ingat lagi, seberapa bebas dan lamanya waktu yang Anda curahkan untuk diri sendiri saat masih single? Tak terbatas, bukan? Anda bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa henti di tempat tidur, atau menikmati momen bersama keluarga dan teman tanpa diganggu oleh siapapun. Preece berpendapat, “Mengabaikan keluarga dan teman bukanlah ide yang bagus, tetapi hal itu bisa terjadi ketika Anda menjadikan pasangan sebagai prioritas.”

Jangan pernah sekalipun berpikir bahwa menghabiskan waktu bersama pasangan termasuk ke dalam kegiatan me time ya,, karena itu sama saja Anda telah menjadikannya prioritas. Ketika pasangan sudah menjadi nomor satu, yang Anda pikirkan hanyalah rencana dan waktu yang akan dihabiskan untuk berdua saja, tanpa memikirkan orang-orang di sekitar, termasuk diri sendiri. Jadi, kapan terakhir kali Anda menikmati me time tanpa gangguan dari pihak luar?

2. Membutuhkan kehadiran pasangan dalam semua rencana Anda

Kebiasaan terus berkomunikasi dan melibatkan pasangan dalam kegiatan sehari-hari bisa menimbulkan dampak buruk ke depannya. Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana dan pasangan selalu terlibat di dalamnya, Anda akan mulai bergantung akan keikutsertaannya dalam menghadapi serta menyelesaikan sebuah masalah. Kehadirannya terasa semakin intensif dan menjadi bagian dari diri Anda yang tidak bisa dilepaskan.

3. Melupakan kebutuhan Anda sendiri untuk memenuhi kebutuhan pasangan

Wajar bagi pasangan untuk saling memenuhi kebutuhan satu sama lain. Namun, sesuatu akan berubah menjadi tidak sehat ketika Anda berkorban tanpa mendapatkan balasan apapun. Nantinya, akan ada ketidakseimbangan dalam hubungan dan sering menimbulkan masalah. Anda mungkin melupakan diri sendiri, kepercayaan, atau rutinitas tertentu untuk memuaskan pasangan. Sangat penting untuk mempertimbangkan bahwa ia mungkin tidak selalu meminta Anda untuk melakukan ini-itu, tetapi mungkin Andalah yang selalu melakukan dan memenuhi semua kebutuhannya hanya karena rasa takut kehilangan.

4. Merasa cemas ketika memikirkan perpisahan

Ketika merasa takut kehilangan pasangan, Anda akan membuat upaya dua kali lipat untuk membuat ia tetap tinggal. Anda mulai menyesuaikan diri dengan keinginannya dengan mengubah diri sendiri atau mengubahnya. Anda rela melakukan apapun hanya untuk memenuhi kebutuhan pasangan agar ia tetap berada di sisi Anda. Dan ketika memikirkan tentang perpisahan, Anda merasa seolah itu adalah akhir dari dunia.

5. Mencoba menjadi seseorang lebih baik versi pasangan

Mendengarkan pendapat orang lain memang penting, apalagi jika datangnya dari pasangan. Namun, sebaiknya Anda tidak melulu melakukan apa yang dikatakan pasangan. Faktanya, “Beberapa orang tidak dapat melakukan apapun tanpa divalidasi oleh pasangan mereka. Mereka tidak bisa memilih apa yang akan dikenakan, makan, atau apa yang harus dilakukan kecuali sang pasangan mengatakan tidak apa-apa,” jelas Preece.

Menurutnya, ini mungkin akibat dari rasa tidak aman yang mendalam untuk diberi tahu bahwa Anda telah membuat pilihan yang baik. Seharusnya, Anda harus cukup kuat dan yakin untuk membuat keputusan sendiri. Jika Anda terus menanyakan suatu hal kepada pasangan, mungkin ia akan berakhir kesal karena harus berpikir untuk berdua sepanjang waktu. Anda berdua harus saling mendukung, memberikan rasa kepercayaan diri yang dapat membantu mengerjakan hal sebaik-baiknya, bukan justru merubah diri demi pasangan Anda ataupun sebaliknya.