Ketahui Tentang Gangguan Kepribadian Pasif-Agresif Yang Suka Mendiamkan Orang Tiba-Tiba

Ketahui Tentang Gangguan Kepribadian Pasif-Agresif Yang Suka Mendiamkan Orang Tiba-Tiba

Informasi Terkini – Kepribadian pasif-agresif mungkin terdengar masih asing, namun orang dengan sifat seperti ini hampir mudah ditemui di sekeliling Anda atau bisa jadi secara tak langsung juga Anda alami. Pasif-agresif adalah cara seseorang menyampaikan emosinya secara tersirat. Biasanya hal ini dilakukan karena enggan meluapkan emosi negatifnya secara langsung. Untuk mengetahui kepribadian seperti ini, simak artikel berikut!

1. Definisi Pasif-Agresif

Menghina, mengkritik, atau meremahkan orang lain merupakan cara meluapkan emosi yang terlihat dan mudah dideteksi. Tetapi, ada beberapa orang yang tak mampu mengekspresikan emosinya terhadap orang lain bahkan ketika ia sedang marah besar. Jika secara tiba-tiba teman Anda tak menghiraukan sapaan, bahkan diam ketika ditanya, bisa jadi teman Anda termasuk dalam golongan kepribadian pasif-agresif yang tak meluapkan emosi secara terang-terangan. Orang yang memiliki kepribadian ini, jauh lebih susah dideteksi karena ekspresi yang tidak langsung menuju pada tindakan, melainkan penghinaan secara lembut, cemberut, keras kepala, atau mendiamkan orang lain.

2. Penyebab Pasif-Agresif

Menurut Healthline, penyebab pasti perilaku pasif-agresif belum diketahui, namun faktor biologis dan lingkungan bisa jadi berkontribusi dalam terciptanya perlaku seperti ini. Para peneliti percaya, perilaku pasif-agresif sudah terbentuk sejak orang tersebut masih kanak-kanak yang didapat dari gaya pengasuhan, dinamika keluarga dan pengaruh lainnya pada masa kecil. Termasuk pelecehan, penelantaran, dan hukuman pada anak secara keras, juga bisa jadi penyebab seseorang berperilaku pasif-agresif.

Beberapa kondisi kesehatan diketahui sangat mirip dengan perilaku pasif-agresif seperti ADHD (Attention Deficit-Hyperactivity Disorder), stres, gangguan kecemasan, depresi, bipolar, schizophrenia, hingga penyahalahgunaan alkohol.

3. Tanda Pasif-Agresif

Silent treatment (mendiamkan orang lain): Perilaku ini bisa jadi seperti mengabaikan orang lain, menolak untuk menjawab pertanyaan orang lain hingga tidak mengakui kehadiran orang lain. Hal ini terlihat eksplisit namun sebenarnya bisa Anda kenali ciri-cirinya.
Penghinaan halus: Penghinaan kasar mungkin sudah jelas Anda kenali dalam kehidupan sehari-hari, namun bagaimana dengan penghinaan halus? Jenis penghinaan ini memang lebih sulit dikenali tapi bisa Anda sadari jika diperhatikan secara seksama. Biasanya seseorang akan memberi pujian terhadap Anda, namun sebenarnya jika diperhatikan lebih detail, ada kandungan penghinaan dalam kalimat yang ia lontarkan.

– Murung: Sifat ini lebih mudah dideteksi karena dapat terlihat dari ekspresi muka seseorang. Namun, sebenarnya berada didekat orang yang merajuk atau murung dapat membuat orang disekelilingnya tak nyaman.
– Sikap keras kepala: Di situasi tertentu, keras kepala bermanfaat seperti untuk memegang posisi Anda atau mempertahankan argumen Anda. Tetapi dalam situasi lain, keras kepala justru akan merugikan orang lain karena secara tidak langsung merupakan cara untuk menghukum seseorang. Sama halnya keras kepala dalam arti ciri sikap pasif-agresif, orang dengan ciri satu ini melakukannya karena ingin mengganggu orang lain atau ingin orang lain mendengarkan keinginannya.