Komnas Anak Akan Lakukan Mediasi Untuk Farhat

Komnas Anak Akan Lakukan Mediasi Untuk Farhat

Informasi Terkini – Jakarta – Farhat Abbas seorang pengacara yang dilaporkan ke Komisi Nasional Perlindungan Anak. Farhat telah dilaporkan dikarenakan dia tidak mau untuk mengakui anaknya, Gusti Reyhan, 12 tahun, yakni anak dari pernikahan sirinya dengan Rita Tresnawati.

Rita mengatakan kalau dirinya menginginkan Farhat untuk mengakui dan juga menemui Gusti yang merupakan anak kandungnya sendiri. Dia pun mengatakan hal ini sambil menangis dan juga didampingi oleh kuasa hukumnya, Ramdan Alamsyah, yang ada di kantor Komnas Anak, hari Senin 9 Desember 2013.

Rita mengatakan kalau pada saat Gusti lahir, bulan Agustus 2001 yang lalu, Farhat juga datang untuk menemuinya dan meng-adzan-kan Gusti. Kemudian dia juga yang memberinya nama Gusti Reyhan. Tetapi sesudah lima bulan dari kelahiran Gusti, Rita tidak lagi mendengar kabarnya Farhat. Meskipun pada tahun 2006, Farhat sempat untuk mengirimkan uang sebanyak tiga kali yang ditujukan untuk Gusti lewat kerabatnya.

Sebelumnya terdengar kabar yang telah menyebutkan kalau Rita telah menerima uang dari kompensasi untuk mengubur kasus tersebut. Tapi Rita pun membantahnya. Sebenarnya dia tidak ingin menuntut kasus tersebut, tetapi saqng anak selalu menanyakan papanya tersu dan juga ingin bertemu dengan papanya.

Gusti telah mengetahui kalau Farhat merupakan ayahnya sejak dia berusia 5 tahun. Kalau Farhat yang muncul di televisi, Reyhan pun selalu menanyakan.

Tetapi , setiap Gusti berusaha untuk menghubunginya, Farhat pun tidak pernah menjawabnya. Akibatnya dari hal itu timbullah perasaan yang benci dari Gusti kepada Farhat.

Arist Merdeka Sirait yang merupakan Ketua Komnas Anak, mengatakan kalau pihaknya akan menindaklanjuti laporan dari Rita tersebut dengan memanggil Farhat Abbas. Pada Komnas Anak akan melakukan mediasi. Arist mengatakan kalau hal tersebut dikarenakan sudah terdapat bukti dari pernikahan dan juga akta, serta surat keterangan lahir yang menyatakan kalau Farhat merupakan ayah biologis dari Gusti.

Arist berpendapat kalau proses mediasi tidak juga dapat membuat Farhat untuk mengakui anaknya, maka Farhat bisa dilaporkan ke polisi dikarenakan kasus penelantaran. Hal tersebut sudah bisa dilaporkan, dikarenakan telah menyangkut hukum. Farhat dapat dijerat oleh Undang-undang Perlindungan Anak, yang ancamannya 15 tahun penjara.