Lakukan Sosialisasi Dan Pemberdayaan Perempuan Bisa Cegah Pernikahan Dini

Lakukan Sosialisasi Dan Pemberdayaan Perempuan Bisa Cegah Pernikahan Dini

Informasi Terkini – Kasus pernikahan dini yang terjadi di Indonesia sangatlah banyak. Hal ini bisa terjadi karena banyak faktor. Selain itu, kasus pernikahan dini tentu akan menyebabkan dampak buruk lainnya bagi yang mengalaminya.
Seseorang yang mengalami pernikahan dini tentu akan banyak menanggung risiko yang berat terutama perempuan. Saat usianya masih anak-anak, alat reproduksinya masih belum sempurna sehingga bisa menyebabkan anak yang dilahirkan mengalami cacat. Selain itu, saat hendak melahirkan, risiko kematian ibu dan bayi yang baru lahir sangatlah tinggi.
Selain itu, usia yang masih sangat muda tersebut untuk membangun rumah tangga yang harmonis tentu akan sulit. Banyaknya pertengkaran yang terjadi itulah yang mungkin ada.
Banyaknya kasus pernikahan dini ini karena didukung oleh undang-undang perkawinan yang menyatakan bahwa usia 16 tahun di Indonesia sudah dibolehkan untuk menikah. Padahal, usia 16 tahun adalah usia yang masih anak-anak sekali. Di dunia, usia yang sudah ada pada remaja atau dewasa itu adalah usia 18 tahun ke atas.
Untuk mengatasi kasus ini tentu dibutuhkan sosialisasi mengenai efek buruk dari pernikahan dini. Ketika masyarakat, terutama wanita sudah menegtahui bagaimana dampak buruk dari pernikahan dini tentu mereka akan berpikir panjang. Selain itu, pemberdayaan perempuan terutama anak-anak yang belum mengerti apapun untuk selalu dijaga agar tidak masuk dalam jurang yang berbahaya seperti pernikahan dini.