Makanan Manis Katanya Bisa Memicu Depresi, Masa Iya?

Makanan Manis Katanya Bisa Memicu Depresi, Masa Iya?

Informasi Terkini – Membayangkan manisnya cupcake dengan aneka topping, es krim vanila, ataupun sebatang dark chocolate saja pasti sudah membuat air liur Anda menetes. Apalagi jika semua camilan lezat itu benar-benar ada di hadapan Anda, pasti sudah dibabat habis deh. Akan tetapi, kini sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan manis. Tak hanya berefek buruk bagi kesehatan fisik, konsumsi gula yang berlebih ternyata juga berpengaruh terhadap kesehatan mental Anda. Beberapa penelitian membuktikan kalau makanan manis bisa memicu depresi. Apa ya alasannya?

1. Gula Memengaruhi Hormon Depresi

Kalau Anda mengira rasa cemas, marah, dan depresi yang Anda alami sekarang hanya disebabkan oleh masalah yang sedang dihadapi, mulai sekarang sepertinya Anda juga harus mencari penyebab lainnya. Depresi bisa disebabkan makanan yang dikonsumsi, terutama makanan manis. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Baylor College di Amerika Serikat tahun 2002 lalu menemukan bahwa kadar konsumsi gula olahan yang tinggi berhubungan dengan tingginya tingkat depresi. Dari sini, dilakukanlah penelitian-penelitian lainnya yang menghasilkan kesimpulan yang sama. Kok bisa sih gula memicu depresi?

Rupanya, mengonsumsi makanan tinggi gula dan tinggi lemak bisa mengurangi protein yang disebut BDNF (brain-derived neurotrophic factor). Protein ini berhubungan dengan depresi dan kecemasan. Di samping itu, gula juga dapat meningkatkan inflamasi dalam tubuh dan memengaruhi dopamine di otak. Kedua hal ini dapat memperburuk mood Anda.

2. Makanan Manis Penyebab Diabetes dan Kegemukan

Meskipun bukan satu-satunya sumber penyebab diabetes, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis juga dapat memicu timbulnya penyakit diabetes tipe 2. Semakin banyak Anda mengonsumsi makanan manis (apalagi jika kadar pemanis buatannya tinggi), semakin tinggi pula kemungkinan tubuh Anda untuk mengalami penurunan sensitifitas insulin serta kenaikan kadar gula darah. Hal tersebut tentu saja membawa Anda lebih dekat kepada ancaman diabetes. Selain itu, terlalu banyak makan kudapan manis juga akan menyebabkan obesitas. Selain berpengaruh terhadap kesehatan, hal ini akan berpengaruh pada penampilan Anda. Tanpa disadari, Anda bisa mengalami depresi karena penurunan kepercayaan diri.

3. Cara Mengurangi Konsumsi Makanan Manis

Untuk mengurangi konsumsi gula, Anda bisa melakukan beberapa hal, seperti mulai rajin membaca kandungan bahan pada label makanan, memilih produk dengan label "unsweetened” atau "no added sugar”, mengurangi gula sedikit demi sedikit, dan mengganti gula dengan bahan alami untuk menambah rasa, seperti ekstrak vanila, kayu manis, atau jeruk. Jika Anda konsisten, lambat laun Anda akan terbiasa. Anda mungkin akan merasa jika kue, puding, atau es krim yang dulu biasa Anda makan kini terasa terlalu manis.