Memiliki Pekerjaan Yang Sama Dengan Pasangan, Apa Sih Kekurangan Dan Kelebihannya?

Memiliki Pekerjaan Yang Sama Dengan Pasangan, Apa Sih Kekurangan Dan Kelebihannya?

Informasi Terkini – Kerap merasa sebal karena si dia tidak paham beban pekerjaan yang sedang hadapi? Hmm, mungkin masalah ini tak lagi akan ditemui jika Anda memiliki pekerjaan yang sama dengan pasangan. Tidak melulu harus sekantor, ada begitu banyak pasangan yang memiliki profesi serupa, sebut saja Memes dan Addie MS yang sama-sama berprofesi sebagai musisi. Atau, social media influencer Melody Amadea dan Daniel Shepherd yang sama-sama bekerja sebagai fotografer. Nah, memiliki pekerjaan yang sama dengan pasangan kira-kira enak atau tidak, ya? Yuk, cari tahu di sini!

Kelebihan Memiliki Pekerjaan yang Sama dengan Pasangan:

1. Lebih memahami pekerjaan satu sama lain

Tanpa penjelasan panjang lebar, si dia sudah paham bahwa di akhir tahun Anda pasti kerap lembur untuk menyelesaikan deadline yang menumpuk. Pasalnya, ia pun menghadapi hal yang sama. Saat si dia tidak membalas pesan karena meeting berjam-jam, Anda sudah paham karena meeting bulanan memang biasanya molor. Ia pun akan mengerti betapa senangnya Anda saat berhasil menyelesaikan sesuatu yang mungkin bagi orang lain akan terlihat sepele, pun demikian dengan berbagai permasalahan yang dialami.

2. Memiliki diskusi yang lebih kondusif

Apabila Anda bekerja di sebuah bidang yang cukup spesifik, seperti web developer atau dokter, mungkin akan terasa sulit untuk berdiskusi atau meminta saran terkait pekerjaan dengan pasangan. Pasalnya, si dia saja mungkin tidak bisa memahami istilah-istilah yang Anda gunakan. Sebaliknya, dengan pekerjaan yang sama, diskusi tentu akan terasa lebih mudah tanpa perlu menjelaskan berbagai istilah terlebih dahulu. Ia pun memiliki sudut pandang yang relatif sejalan dengan Anda dalam melihat sebuah situasi, sehingga dapat meminimalisir argumen atau perdebatan selama diskusi.

3. Memiliki goal yang sama

Apabila Anda memiliki pekerjaan sekaligus passion yang sama dengan pasangan, maka besar kemungkinan tujuan atau goal dalam pekerjaan kalian juga sejalan. Ditambah dengan pengetahuan satu sama lain mengenai jenjang karier yang dijalani, Anda dan pasangan akan sama-sama tahu kesempatan karier yang menanti, cara menggapai kesempatan tersebut, dan dapat saling mendukung satu sama lain untuk meraih tujuan.

4. Memperdalam pengetahuan Anda di bidang pekerjaan

Mumpung memiliki pekerjaan yang sama, Anda bisa memanfaatkan kesamaan ini untuk memperdalam pengetahuan dalam karier. Misalnya, Anda dan pasangan sama-sama bekerja sebagai graphic designer, mungkin si dia yang lebih mahir membuat desain 3D dapat mengajari Anda, begitu pula sebaliknya, Anda yang lebih menguasai software Adobe InDesign dapat mengajari si dia. Siapa tahu, hal ini bisa memperbesar kesempatan Anda dan pasangan untuk dipromosikan!

5. Mudah menentukan waktu untuk bertemu

Jika Anda dan pasangan memiliki pekerjaan yang sama, besar kemungkinan Anda pun memiliki minat yang juga sama dan lingkaran pertemanan yang berdekatan. Alhasil, Anda pun jauh lebih mudah untuk menentukan waktu bertemu. Toh, acara yang ingin Anda hadiri juga ingin dihadiri oleh pasangan, kok! Anda pun tidak merasa sungkan untuk ikut hangout bersama teman-temannya, karena teman pasangan juga merupakan teman Anda.

Kekurangan Memiliki Pekerjaan yang Sama dengan Pasangan:

1. Kompetisi tidak sehat

Walaupun mungkin tidak satu kantor, ada kemungkinan Anda dan pasangan merasakan tekanan untuk berkompetisi dan merasa ‘tidak mau kalah’. Karena sama-sama tahu target apa yang harus dipenuhi dalam pekerjaan, mungkin Anda akan merasa ‘menang’ saat berhasil memenuhi target pekerjaan lebih dulu dari pasangan. Sebaliknya, si dia bisa saja merasa cemburu atau menganggap Anda sombong karena target pekerjaan sudah terpenuhi lebih dulu. Selain persoalan target, kenaikan jabatan dan besar gaji juga bisa menjadi salah satu faktor timbulnya kompetisi tidak sehat untuk Anda yang memiliki pekerjaan sama dengan pasangan, lho!

2. Merasa insecure

“Sama-sama kerja jadi graphic designer, kok malah dia yang lebih jago, nih?! Hahaha”

Tak bisa dipungkiri, saat ada suatu hal yang sama, pasti akan ada kecederungan untuk membandingkan hal tersebut. Termasuk pekerjaan Anda dan pasangan. Sebagai contoh, mungkin Anda atau pasangan akan mendengar komentar bernada miring dari kerabat jauh atau teman lama yang terlalu menyudutkan. Meski hanya sekadar candaan, hal tersebut ternyata dapat menyulut rasa insecure yang pada akhirnya akan membuat Anda atau pasangan merasa kesal. Lambat laun, rasa insecure ini pun dapat berkembang menjadi kompetisi yang tidak sehat dan dapat mempengaruhi hubungan Anda ke depannya.

3. Lingkup yang itu-itu saja

Di balik enaknya memiliki teman yang sama, hal ini dapat menjadi bumerang dan justru menjadi kekurangan memiliki pekerjaan yang sama dengan pasangan. Pasalnya, lingkup pertemanan Anda seolah tak berkembang dan stuck di lingkaran yang sama. Selain berdampak pada karier, hal ini tentu juga membuat Anda dan pasangan cenderung lebih mudah merasa bosan. Pasalnya, apa yang Anda ketahui, kemungkinan besar juga sudah diketahui oleh pasangan, begitu pula sebaliknya.

4. Terlalu banyak membahas pekerjaan

Memiliki teman diskusi yang paham betul pekerjaan Anda memang menyenangkan. Namun, hal ini mungkin tak lagi menyenangkan kalau pekerjaan menjadi satu-satunya hal yang Anda dan pasangan bicarakan. Saking ‘nyambung’-nya Anda saat membahas mengenai pekerjaan bersama pasangan, tanpa disadari topik pembicaraan hanya berpusat seputar pekerjaan saja, bahkan setelah Anda pulang kantor hingga sesampainya di rumah. Duh!

5. Tidak mendapat wawasan baru

Tak sedikit kisah seseorang yang mendapatkan ilmu, wawasan, atau skill baru berkat pasangannya. Misalnya, sang wanita yang jadi mahir bermain gitar karena diajari pasangannya yang bekerja sebagai musisi. Well, walaupun hal ini bisa saja Anda dapatkan apabila Anda dan pasangan memiliki hobi berbeda, namun tentu kemungkinan Anda untuk mengetahui hal baru di luar zona nyaman tak akan sebesar apabila Anda dan pasangan memiliki karier yang berbeda. Ketiadaan hal-hal baru ini juga berpotensi menyebabkan rasa bosan dalam hubungan, lho. Hati-hati!