Mengajarkan Sopan Santun Pada Si Kecil Bisa Dimulai Dengan Cara Berikut!

Mengajarkan Sopan Santun Pada Si Kecil Bisa Dimulai Dengan Cara Berikut!

Informasi Terkini – Sebagai makhluk sosial mau tak mau setiap orang perlu memiliki pemahaman mengenai sopan santun dan norma yang berlaku di masyarakat. Tak terkecuali bagi buah hati Anda. Meski masih berusia belia, mengajarkan anak sopan santun sudah jadi keharusan yang sebaiknya ditanamkan sejak ia kecil. Mulai dari ajaran sederhana seperti mengucapkan kata ‘terima kasih’, ‘tolong’, dan ‘permisi’, bersikap sopan santun juga bisa ditanamkan dengan berbagai kebiasaan lain yang turut membuka pikiran si kecil sekaligus mempersiapkannya dalam menjalani kehidupan sosial. Dan berikut beberapa tips dalam mengajarkan sopan santun pada si kecil yang bisa Anda tiru.

1. Minta dan ingatkan si kecil untuk terus berbuat baik

Bersikap sopan bukan sekadar formalitas saja. Ketika anak mengucapkan ‘terima kasih’ saat seseorang memberinya sesuatu, itu artinya dia juga melihat hubungan timbal balik memberi dan menerima. Jelaskan bahwa dengan mengucapkan ‘terima kasih’ orang yamg memberi turut merasa senang dan dihargai.

Anak balita sudah bisa belajar mengucapkan ‘tolong’ dan terima kasih’. Sementara anak usia pra sekolah seharusnya sudah bisa menatap mata lawan bicara serta mengatakan ‘halo’ dan ‘dadah.’ Jangan segan untuk mengingatkan mereka terus secara lembut karena nantinya si kecil akan menjadikannya sebagai kebiasaan dan terus dilakukan tanpa perlu Anda minta.

2. Jangan menoleransi sikap kasar

Anak-anak memang masih belajar untuk mengekspresikan dan mengendalikan emosinya. Namun, bukan berarti orang tua bisa membiarkannya untuk bersikap kasar semaunya sendiri. Untuk anak yang lebih besar, jangan biarkan dirinya mengumpat Anda, misalnya dibanding mengatakan "Kamu nyebelin!” lebih baik ajari si kecil untuk mengganti ‘kamu’ dengan ‘aku’ seperti "Aku sebal!” Cara ini lebih positif, sehingga anak akan tahu bahwa mereka boleh marah tetapi bukan berarti mereka boleh membentak atau berteriak pada orang lain.

Sementara pada anak yang masih kecil, emosi mereka biasanya jauh lebih meledak-ledak. Sehingga Anda perlu lebih bersabar dan tanamkan sikap jika tindakan yang bersifat emosional tak terkendali tidak akan membuat mereka mendapatkan apa yang diinginkan. Dan tak kalah penting, Anda juga perlu menunjukkan sikap sopan santun saat berada di lingkungan sosial, dengan begitu anak akan menjadikan Anda sebagai role model dan mengikuti kebiasaan yang sama.

3. Buat aturan

Anak kecil perlu diberitahu bahwa dunia bukan hanya milik mereka sendiri, sehingga mereka harus mempertimbangkan setiap perbuatan yang mungkin bisa menyakiti orang lain. Membuat aturan di rumah juga mempermudah anak untuk mematuhi aturan di sekolah nanti. Buatlah aturan yang mudah dimengerti dan jelaskan pada si kecil kenapa aturan-aturan tersebut penting. Misalnya, mereka harus membereskan mainan agar tidak ada yang menginjak dan terluka karena mainan yang berantakan. Pada awalnya mungkin mereka tidak akan mengerti, tapi lambat laun mereka akan memahami tujuan dari semua aturan yang ada.

4. Dorong anak untuk menerima perbedaan

Jika si kecil tidak suka akan hal atau orang baru, Anda sebaiknya mulai mendorongnya untuk lebih open-minded. Anda bisa membujuknya untuk mencoba aktivitas baru atau berkenalan dengan teman baru, tapi Anda juga perlu menjelaskan jika tidak masalah kalau pada akhirnya mereka tidak menyukainya. Yang terpenting pastikan mereka mau mencobanya. Dengan cara ini, anak juga akan mengerti, saat mereka tidak menyukai seseorang, menunjukkan sikap baik tetap diperlukan sebagai tanda menghargai seseorang.

5. Ajari anak untuk menghargai barang milik orang lain

Ketika orang tua mengajari anak untuk menghargai barang milik sendiri ataupun orang lain, secara tidak langsung Anda juga mengajarkannya bersyukur dan mempertimbangkan kepentingan orang lain. Misalnya, ketika anak memetik bunga milik tetangga tanpa meminta ijin, jelaskan bahwa mungkin dia sudah membuat pemiliknya sedih karena sudah bersusah payah menanam dan merawatnya. Selain itu, ada baiknya juga bagi Anda untuk tidak sekadar membanjirinya dengan mainan. Lebih sedikit mainan yang dimiliki terkadang justru membuat si kecil semakin menghargai dan mengasah kreativitasnya.