Mengapa Banyak Yang Mulai Meninggalkan Pola Pikir Anti-aging Menjadi Aging Gracefully?

Mengapa Banyak Yang Mulai Meninggalkan Pola Pikir Anti-aging Menjadi Aging Gracefully?

Informasi Terkini – Banyak orang merasa takut menua karena beberapa hal, salah satunya khawatir akan kemunculan tanda-tanda penuaan. Munculnya kerutan, garis-garis halus, serta beberapa tanda penuaan kulit lainnya memang kerap menjadi momok yang membuat sebagian besar wanita kurang percaya diri. Untuk mengatasinya, banyak yang melakukan rejuvenation treatment dan menjadikan produk skin care dengan klaim anti-aging sebagai solusinya.

Well, di balik maraknya produk dan jenis perawatan untuk melawan tanda-tanda penuaan, masyarakat kini secara perlahan mulai menggeser perspektif mengenai anti-aging. Tak sedikit yang mulai merasa bahwa penuaan bukanlah suatu hal yang perlu ditakuti. Menariknya lagi, mereka bahkan mulai mengubah kata ‘anti-aging’ menjadi ‘aging gracefully’. Lantas, apa yang melandasi terjadi perubahan pola pikir ini? Yuk, cari tahu jawabannya!

Anti-Aging

Anti-aging merupakan suatu persepsi atau pola pikir tentang penuaan yang menekankan bahwa penuaan merupakan sesuatu hal harus Anda tolak dan takutkan. Persepsi Anti-aging cenderung tidak sehat karena seseorang akan selalu menilai bahwa penuaan itu bukanlah sesuatu hal yang baik. Akibatnya, dikhawatirkan seseorang akan menganggap dirinya rendah dengan menilai diri sendiri tidaklah cantik karena tak lagi muda.

Aging Gracefully

Nah, berbeda dengan pandangan sebelumnya. Aging Gracefully adalah suatu persepsi yang menekankan seseorang untuk berpikir bahwa penuaan adalah sesuatu hal yang patut untuk disyukuri dan diterima. Dengan begitu, ia tidak perlu lagi merasa tertekan untuk selalu tampak lebih muda. Perlu diketahui pula bahwa aging gracefully tidak hanya sebatas tentang apa yang digunakan, baik dalam berpakaian maupun merawat kulit. Aging gracefully lebih menekankan bagaimana cara seseorang dalam merasa dan menanggapi penuaan yang terjadi pada diri sendiri.

Mengapa Berubah?

Perubahan pandangan ini memang belakangan sudah cukup banyak terjadi di beberapa industri, termasuk kecantikan dan kesehatan. Banyak perusahaan yang sudah mengubah pandangan serta cara bicara mereka mengenai penuaan, dari anti- aging menjadi aging gracefully. Perubahan tersebut sudah dilakukan oleh beberapa brand, seperti Dove, Glossier, L’oreal, MAC Cosmetics, Neutrogena, dan masih banyak lagi. Dilansir dari Vox, Glossier bahkan lebih memilih untuk menggunakan ‘tired skin’ dibandingkan dengan kata yang mengarah ke wrinkles dan aging.
Selain itu, pada 2017 lalu, Allure Magazine sempat mengungkapkan bahwa mereka tidak akan lagi menggunakan anti-aging untuk publikasinya. Hal ini tentu menjadi suatu langkah yang baik agar wanita tidak perlu lagi membenci penuaan dan menganggapnya sebagai hal negatif. Dengan kata lain, cara pandang ini mengajak banyak wanita untuk lebih mencintai dan menerima penuaan sebagai suatu hal yang positif.

Aging gracefully merupakan cara pandang yang bermanfaat untuk kesehatan diri juga, lho! Pola pikir ini dapat memberikan dampak yang positif bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. Dengan menerapkan aging gracefully, secara tidak langsung Anda juga telah melakukan gerakan self-care dan self-love pada diri sendiri. Seperti dengan berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi, dan memiliki waktu tidur yang cukup. Aging gracefully juga dipercaya dapat memberikan gerakan body positivity karena melalui pola pikir ini, seseorang akan lebih mencintai dan menerima diri sendiri (self-acceptance).