Mengenal Dimethicone, Kandungan Yang Terdapat Dalam Produk Kecantikan

Mengenal Dimethicone, Kandungan Yang Terdapat Dalam Produk Kecantikan

Informasi Terkini – Jika pernah memerhatikan label produk kecantikan yang dapat melembapkan kulit, seperti pelembap atau primer, mungkin Anda sudah tak asing lagi dengan kandungan dimethicone. Selain berfungsi untuk melembapkan, penggunaan dimethicone ternyata masih jadi perdebatan di kalangan masyarakat. Secara umum, dimethicone tidak memiliki reputasi yang baik karena dianggap memiliki efek samping yang berbahaya jika diaplikasikan pada kulit. Namun, benarkah demikian?

1. Apa Itu Dimethicone?

Dimethicone adalah zat berbasis silikon yang berasal dari polymer. Biasanya, dimethicone digunakan sebagai bahan penghalus atau smoothing agent bagi produk makeup, skin care, dan juga produk perawatan rambut. Menurut dr. Gary Goldenberg, pemilik klinik Goldenberg Dermatology di New York, kebanyakan produk tersebut memasukkan dimethicone sebagai salah satu kandungan utama karena dapat menjadikan tekstur jauh lebih halus saat diaplikasikan ke kulit. Selain itu, dimethicone juga dapat membentuk lapisan pelindung sekaligus menjaga kelembapan tanpa membuatnya terasa berat.

Atas sifatnya tersebut, dimethicone termasuk sebagai bahan yang bersifat oklusif, yaitu dapat menghambat terjadinya penguapan air dari permukaan kulit. Dimethicone juga sering digunakan sebagai pengganti bahan berbasis petrolatum pada produk-produk kecantikan. Dikarenakan sifatnya yang dapat membentuk lapisan pelindung, dimethicone juga banyak digunakan di dunia medis sebagai salah satu zat yang terkandung pada obat maag atau lambung.

2. Pro dan Kontra Penggunaan Dimethicone pada Produk Kecantikan

Sifat oklusif inilah yang menjadi alasan mengapa dimethicone sering dipandang negatif. Lapisan penghalang di atas kulit yang disebabkan oleh penggunaan dimethicone dipercaya dapat memperburuk jerawat karena sifat oklusif tidak hanya menghambat penguapan air, tetapi juga bakteri, sebum, dan kotoran lainnya.

Namun, pendapat ini dibantah oleh dr. Joshua Zeichner, Director of Cosmetic & Clinical Research in Dermatology di Mount Sinai Hospital, New York. Menurutnya, setiap produk yang diaplikasikan pada kulit sebetulnya memiliki potensi yang sama untuk menyumbat pori-pori serta menimbulkan jerawat. Baginya, dimethicone justru sangat bermanfaat untuk kulit berminyak dan acne-prone berkat sifatnya yang tidak menyumbat pori-pori. Tak hanya itu saja, dimethicone juga populer digunakan pada produk skin care untuk kulit berminyak dan pori-pori besar karena dapat memberikan finish matte serta mengisi pori-pori kulit wajah.

Terlepas dari pro dan kontra yang dimiliki oleh dimethicone, Anda harus selalu teliti dalam memiliki produk kecantikan yang sesuai dengan jenis kulit, kecuali, Anda memang ada reaksi negatif saat menggunakan produk dengan kandungan dimethicone. Selebihnya, para ahli dermatologi telah menyatakan bahwa dimethicone adalah bahan yang aman untuk digunakan.