Menko Polhukam: Sebanyak 33 Orang Jadi Terasangka Bom Sarinah

Menko Polhukam: Sebanyak 33 Orang Jadi Terasangka Bom Sarinah

Informasi Terkini – Tersangka dalam aksi penembakan dan terror di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis 14 Januari yang lalu, telah ditetapkan sebanyak 33 orang. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Luhut Binsar Panjaitan.
“Jaringan terorisme sebanyak 33 orang, 1 orang telah ditangkap di Bima yang bernama Fajar. Di Poso operasi berjalan dengan baik. Kita akan melakukan intens di daerah sana, kita juga akan menggunakan teknologi informasi agar kita bisa tangkap mereka dengan cepat,” kata Luhut di Kompleks Parelemen Senayan, Jakarta, pada Senin (15/02/16).
Tidak hanya itu, menurut dia, penungkapan kasus terorisme juga berasal dari terpidama yang dipinjam dari lapas-lapas agar mendapat keterangkan serta informasi yang lebih banyak.
Hal sama juga diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti. Dia menuturkan bahwa Polri telah menhana sebanyak 33 orang yang berkaitan dengan peristiwa di Jalan MH Thamrin itu.
"Sebanyak 17 orang terkait dengan peristiwa di Jalan MH Thamrin, kemudia yang tak terkait dengan kelangsungan peristiwa tersebut ada 16 orang, termasuk juga 6 napi terror di Nusa Kambangan dan juga Tangerang. Dari hasil tersebut, terdapat 3 kelompok yang akan berencana melakukan terror tersebut,” tutur Badrodin.
Dia menambahkan, kelompok terror tersebut telah mendapatkan dana yang berasal dari Yordania sebesar Rp 1,3 miliar serta juga dari Irak dan Turki. "Dana ini sebagian ke Filiphina dan juga Poso dan diambil secara cash. Mereka juga mempunyai 9 puncuk senjata api dari Lapas Tangerangf, cuma saja pelurunya tidak ada,” kata Badrodin.
“Kedua, pada rencananya kelompok Helmi ini akan memakai bom mobil untuk bom Polda Metro Jaya, yang ditangkap di Sumedang. Ketiga, kelompok Indramayu, anggota Polri menjadi sasaran utamanya di jalan raya menusuk pakai senjata tamajam dan besi. Inilah rencana mereka,” tambah dia.
Badrodin menambhakan, yang ketiga pada saat malam yahun baru, telah dilakukan penangkapan Abu Musyak di Bekasi, mereka merupakan kelompok yang tersendiri.
“Mereka tadinya akan beraksi pada saat malam tahun baru. Bom yang digunakan itu biayanya sangat minim, mereka kekurangan biaya, hanya Rp 900 ribu. Ancaman dari terorisme ini akan terjadi, dikarenakan masih banyak kelompok yang masih berhubungan dengan Bahrun Naim, mereka akan melakukan motivasi dan juga jihad, mereka akan mengajari membuat bom, terus siapapun yang telah siap akan dikirmkan biayanya,” tutup Badrodin.