Merasa Terganggu? Berikut Pertanyaan Basa-basi Yang Tidak Wajib Anda Tanggapi, Lho!

Merasa Terganggu? Berikut Pertanyaan Basa-basi Yang Tidak Wajib Anda Tanggapi, Lho!

Informasi Terkini – Budaya basa basi di Indonesia sepertinya masih sering terjadi di lingkungan sosial, ya, ladies. Apalagi setelah beranjak dewasa, selalu saja ada orang yang menanyakan berbagai hal, entah karena memang benar-benar peduli atau hanya sekadar penasaran tentang kehidupan pribadi Anda.
Berikut pertanyaan basa basi yang tidak perlu Anda tanggapi jika Anda merasa terganggu.

1. “Anda ingin menjadi apa?”

Sejak kecil, Anda pasti sudah sering dengar pertanyaan dari orang dewasa, “Kalau sudah besar, mau jadi apa?” Saat sudah beranjak dewasa, akhirnya Anda menyadari bahwa Anda bisa menjadi apa saja yang diingankan. Banyak hal yang bisa ditelusuri bahkan dicoba untuk dapat membantu menemukan jati diri Anda sebenarnya. Pekerjaan yang melenceng dari jurusan kuliah pun sepertinya banyak dialami oleh anak muda saat ini. Sangatlah wajar dan tidak apa-apa untuk mencoba dan merasakan hal baru. Anda tidak perlu menananggapi komentar atau pertanyaan seseorang yang sebenarnya hanya sekadar basa-basi menanyakan tentang Anda ingin menjadi apa ke depannya, because everyone has the right to be anything they could be.

2. “Mengapa Anda tidak berteman lagi dengan si A?”

Beberapa orang dalam kehidupan sosial akan selalu ingin tahu mengenai urusan pribadi seseorang. Baik dalam lingkungan kerja, hubungan percintaan, hingga hubungan pertemanan. Pertanyaan-pertanyaan pribadi yang berkaitan dengan “drama” kehidupan seperti ini, tidak apa-apa jika ingin Anda hindari. Bukanlah menjadi hak orang itu untuk menggali jawaban dan mencari “tontonan” gratis atas kehidupan Anda. Anda tidak harus merasa bersalah, tertekan, atau canggung karena tidak memberikan jawaban yang mereka inginkan.

3. “Berapa penghasilan Anda dalam sebulan?”

Uang merupakan hal yang sangat sensitif untuk dibicarakan. Setuju? Satu-satunya waktu yang tepat saat membicarakan uang adalah saat Anda berada di bank atau memulai percakapan dengan seseorang yang dipercaya. Sekali lagi, ini adalah topik yang sangat pribadi dan akan terus seperti itu. Memang, ada beberapa orang yang merasa nyaman dan terbuka saat membicarakan hal ini. Namun, perlu Anda ingat, orang lain tidak selalu berada di tempat yang sama. Anda tidak perlu merasa bersalah ketika tidak menjawab pertanyaan seseorang seputar uang karena memang kenyataannya itu bukanlah urusan mereka.

4. “Siapa pacarnya sekarang?”

Sama seperti halnya persahabatan, kehidupan percintaan Anda juga bukan urusan siapa-siapa. Satu-satunya orang yang benar-benar peduli terhadap kehidupan Anda adalah mereka yang terlibat dan Anda sendiri. Namun dalam lingkungan bersosialiasi, Anda tentu tidak akan lepas dari pertanyaan orang mengenai pasangan hidup saat ini. Umumnya, ‘pelaku utama’ yang menanyakan hal ini adalah anggota keluarga di luar keluarga inti, seperti om, tante, atau sepupu. Niat mereka mungkin memang baik, namun ini bisa berubah menjadi berlebihan saat pertanyaan-pertanyaan tersebut terasa mengganggu ranah privasi Anda.

Tidak perlu merasa bersalah jika tidak menjawab pertanyaan seperti ini. Sebagai gantinya, Anda bisa menjawabnya dengan candaan halus yang juga dapat membuatnya berhenti bertanya.

5. “Kenapa nggak pergi keluar?”

Last but not least, Anda tidak perlu menjawab pertanyaan, “Kenapa Anda tidak pergi keluar? Padahal ini malam minggu, lho.” Atau jika Anda tidak ingin terlihat tak sopan, cukup dengan menjawab “Sedang tidak ingin.” maupun sesingkat menjawab “Malas.” Terlepas Anda memiliki pasangan atau tidak, malam minggu maupun akhir pekan tidak selalu dihabiskan dengan pergi keluar rumah. Daripada melewatkan malam di luar, mungkin Anda berpikir, lebih baik mengisi waktu di rumah dengan melakukan me time.

Sederhananya, Anda tidak perlu menjelaskan kepada orang lain atau merasa bersalah karena tidak menjawab beberapa pertanyaan saat ditanya. Entah apakah tidak memiliki jawaban atau memang tidak ingin menjawabnya. Anda tidak harus membuktikan kepada siapapun mengenai kehidupan yang sedang dijalani. Terlebih saat diri Anda merasa terusik dan tidak nyaman dengan pertanyaan yang menyerang ranah privasi. Setiap orang memiliki batas privasi yang berbeda-beda, dan tidak akan ada yang tahu jika Anda sendiri tidak berani menunjukkan di mana batas basa-basi Anda pada orang lain.