Punya Teman Gemar Meniru Anda? Hadapi Dengan Cara Berikut!

Punya Teman Gemar Meniru Anda? Hadapi Dengan Cara Berikut!

Informasi Terkini – Dalam lingkup pertemanan, mungkin bukan sekali dua kali Anda secara tak sengaja ‘kembaran’ dengan salah seorang teman. Mungkin Anda sama-sama mengenakan sepatu yang memang menjadi produk best seller suatu brand, mungkin juga secara tak sengaja membeli tas yang sama karena brand tersebut sedang diskon besar-besaran. Sekali dua kali, persamaan ini mungkin terasa seperti kebetulan yang menyenangkan dan Anda merasa satu selera. Namun, bagaimana jika persamaan ini terjadi berulang kali dan sang teman terus-menerus meniru Anda? Jika Anda merasa memiliki seorang teman yang gemar meniru alias copycat, yuk hadapi dengan cara berikut!

1. Apakah benar teman Anda seorang copycat?

Sebelum mengambil langkah apapun, pastikan terlebih dahulu apakah teman Anda benar-benar seorang copycat. Apakah mungkin hanya kebetulan memiliki preferensi dan selera yang sama? Coba amati juga perilaku teman Anda dari berbagai aspek, baik itu gaya berpakaian, gaya berbicara, atau apakah ia pernah ‘mengambil’ ide Anda dan mengakuinya sebagai ide miliknya. Selain itu, Anda juga bisa meminta pendapat orang lain. Hal ini akan memberikan Anda beberapa sudut pandang sebelum menghadapi sang copycat.

2. Apakah perilaku copycat teman Anda bisa diabaikan?

Hanya karena dia terus-menerus mengikuti apa yang Anda lakukan atau kenakan, bukan berarti Anda harus langsung memusuhinya. Ada ungkapan ‘imitation is the highest form of flattery’, alias perilaku meniru tersebut mungkin saja bentuk kekaguman sang teman pada Anda. Jika perilaku copycat yang dilakukan teman Anda masih dalam taraf ringan dan belum terasa mengganggu, mungkin Anda bisa mengabaikannya. Toh, sang copycat nantinya juga akan bosan.

Namun, apabila perilaku copycat sudah sampai di tahap mengganggu, bahkan merugikan seperti mencuri ide, mengikuti branding kreatif Anda di sosial media, mengakui ciri khas Anda sebagai ciri khasnya, hal ini perlu ditanggapi lebih lanjut. Jika diteruskan, perilaku tersebut bisa dianggap sebagai pencurian identitas dan bukan sekadar copycat, lho.

3. Hindari membeberkan terlalu banyak informasi

“Eh, kamu beli tas di mana, sih? Kalau baju yang kemarin belinya di toko apa?”. Jika kerap mendengar pertanyaan senada dari sang teman yang gemar meniru, ini waktunya Anda mulai membatasi pemberian informasi. Kalau sebelumnya Anda selalu menjawab, mungkin sekarang Anda bisa menjawab dengan, “Wah, aku lupa belinya di mana!” atau “Kurang tau nih, aku dikasih kado soalnya!”. Sambil menghindari memberikan terlalu banyak informasi, Anda juga bisa memberikan dia beberapa saran untuk mencari gayanya sendiri, seperti, “Kemarin aku lihat online shop di Instagram, lucu-lucu deh barangnya!”.

4. Eksplorasi diri

Jika beberapa cara di atas masih tak mempan, sedangkan Anda tak ingin melewati pembicaraan canggung dengan sang copycat, jadikan hal ini sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi hal baru, yuk! Jika sang copycat kerap meniru gaya berpakaian, tas yang baru dibeli, hingga ‘ikut-ikutan’ kelas zumba karena Anda rutin berolahraga zumba, mungkin Anda bisa mencoba pakaian yang belum sempat dikenakan di lemari, atau mendaftar ke kelas olahraga baru. Psst, siapa tahu dari upaya menghindari copycat ini Anda justru mendapat inspirasi atau hobi baru, nih!

5. Abaikan

Walau mungkin kebiasaan sang copycat mulai terasa menyebalkan dan Anda gemas untuk menegurnya secara langsung, coba pikirkan baik-baik dulu deh apakah mengkonfrontasi sang copycat adalah langkah terbaik. Jika ia menyangkal atau malah menuduh balik Anda yang meniru dirinya, tentu situasi akan menjadi tidak mengenakkan. Alih-alih harus melewati konfrontasi awkward ini, mungkin Anda bisa mencoba untuk lebih legowo dan mengabaikan perilaku copycat yang ia lakukan (dengan catatan tindakannya tidak sampai merugikan Anda, ya!). Umumnya, seseorang yang melakukan copycat lambat laun akan bosan, kok!