Sering Tak Disadari, Beberapa Hal Ini Merupakan Tanda Anda Berada Dalam Toxic Family

Sering Tak Disadari, Beberapa Hal Ini Merupakan Tanda Anda Berada Dalam Toxic Family

Informasi Terkini – 1. Orang tua yang terlalu mengekang dan membatasi anak

Setiap anak dilahirkan dengan kelebihan dan kemampuannya masing-masing. Terkadang orang tua terlalu memaksakan kehendak pada anak untuk mengikuti apa yang diinginkan orang tua, tanpa melihat kondisi anaknya. Terlalu membatasi dan mengekang adalah salah satu bukti adanya kekerasan di dalam keluarga dan hal tersebut bisa menjadi salah satu tanda dari toxic family. Memaksakan kehendak pada anak justru akan membuat mereka takut dan tidak percaya diri dalam melakukan sesuatu karena takut hal tersebut tidak sesuai dengan kemauan orang tuanya.

2. Saling menyalahkan bila ada masalah

Dalam kehidupan sehari-hari, permasalahan memang terkadang tidak bisa dihindari. Bisa saja Anda sedang merasa lelah dan badmood karena pekerjaan yang tak terselesaikan atau seorang anak yang pulang kerumah dengan muka muram karena tidak bisa menyelesaikan tugas di sekolah. Saat sedang mengalami hari yang buruk, tentu saja semua orang berharap mendapatkan dukungan dari anggota keluarga saat pulang ke rumah. Alih-alih memberikan dukungan supaya mood membaik, lingkungan toxic family justru menyalahkan dan melimpahkan semua kesalahan pada Anda atas keadaan yang sedang dialami.

3. Segalanya diukur dengan uang

Hubungan antar anggota keluarga seharusnya didasarkan pada kasih sayang dan saling pengertian. Namun, salah satu hal yang menjadi tanda Anda sedang berada dalam toxic family adalah hubungan keluarga yang semuanya hanya diukur dengan harta semata. Tanda-tanda yang biasanya muncul adalah tindakan salah satu atau beberapa anggota yang terlalu mengontrol atau mendominasi urusan keuangan, melakukan financial abuse terhadap anggota keluarga lainnya, bahkan memaksa meminjam atau meminta uang dari Anda. Hubungan antar anggota keluarga yang hanya diukur dengan harta semata bukanlah hubungan yang sehat dan menjadi tanda dari toxic family.

4. Berpihak pada kepentingan satu pihak saja

Hubungan keluarga yang sehat dan harmonis bisa dicapai ketika adanya sikap saling memahami, menghargai dan membantu antar satu anggota keluarga dengan yang lainnya. Bila hubungan keluarga hanya didominasi oleh satu pihak dan tidak seimbang dalam memberikan hak untuk tiap anggota keluarga, maka hal tersebut bisa menjadi tanda toxic family. Kondisi keluarga yang timpang dan tidak sehat semacam ini bisa terjadi dalam hubungan suami istri atau perlakuan orang tua yang suka membandingkan atau pilih kasih terhadap anak-anaknya. Kondisi toxic family ini dapat membuat seseorang merasa tidak berharga dan cenderung suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

5. Merasa kesepian dan stres di rumah

Pulang ke rumah setelah menjalani aktivitas di luar seperti sekolah, kuliah atau bekerja, adalah waktu yang tepat untuk berkumpul dengan anggota keluarga supaya bisa saling bercengkrama dan bercerita tentang apa yang sudah dialami sepanjang hari. Namun, bila Anda merasa tidak ada yang mendengarkan atau justru tertekan secara emosional di rumah, bisa jadi Anda sedang berada dalam lingkungan toxic family. Bila tidak segera disadari, tekanan emosional dan stres yang dialami karena kondisi keluarga yang tidak baik bisa membuat seseorang cenderung menjadi mudah marah, memiliki emosi yang tidak stabil dan bisa berujung pada kondisi kesehatan mental yang kurang baik.