Ternyata Ada Bahaya Memakai High Heels Lho! Yuk, Simak Tips Menangkalnya!

Ternyata Ada Bahaya Memakai High Heels Lho! Yuk, Simak Tips Menangkalnya!

Informasi Terkini – Bagi sebagian wanita, punya lemari khusus berisi puluhan pasang high heels atau sepatu berhak tinggi hasil karya perancang terkenal seperti di film “Sex and the City” mungkin sudah jadi impian. Sepatu dengan hak menjulang lebih dari 10 cm memang bisa membuat baju apapun jadi bergaya. Tapi apakah Anda tahu kalau ada risiko kesehatan serius saat memakai high heels? Tenang, hal ini bukan berarti Anda dilarang menggunakan high heels. Boleh saja dipakai, namun cari tahu dulu apa saja bahaya dan cara untuk mencegahnya di sini!

1. Metatarsalgia

Tekanan berlebih pada bantalan kaki saat memakai high heels dapat memberi tekanan pada tulang metatarsal di kaki. Tulang metatarsal adalah tulang punggung kaki yang terdiri dari 5 ruas. Hal ini bisa menimbulkan rasa sakit di area kaki yang disebut metatarsalgia. Jika dibiarkan terus menerus dalam jangka waktu panjang, rasa sakit bisa bertambah parah dan bisa menyebabkan tulang kaki menjadi sangat rapuh.

SOLUSI: Untuk mengurangi tekanan berlebih ini, Anda dapat menggunakan sepatu jenis wedges atau platform. Sepatu jenis ini akan tetap membuat Anda terlihat lebih tinggi dan stylish. Namun, coba perhatikan bentuk haknya. Dengan mengecilnya sudut antara hak sepatu dan bantalan kaki, berat badan jadi bisa tersebar lebih merata pada setiap bagian kaki.

2. Nyeri atau Kerusakan Syaraf

Sistem syaraf manusia sangat halus dan bisa dipengaruhi oleh sepatu yang dipakai. Spine Health Institute di Florida, AS, menyatakan bahwa pemakaian high heels bisa menyebabkan kondisi syaraf yang disebut foraminal stenosis. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala seperti rasa sangat nyeri, mati rasa, pelemahan otot, kejang, kram, dan rasa sakit yang menyebar sampai bokong dan bagian kaki lain.

SOLUSI: Nah, agar tidak muncul rasa nyeri saat memakai high heels, pastikan Anda menggunakan high heels dengan ukuran sepatu yang tepat. Ukuran sepatu pas akan membuat pemakaian sepatu menjadi nyaman dan aman dipakai. Sepatu yang terlalu sempit bisa membuat kaki jadi lecet, berdarah, kuku jari kaki robek, dan tentu saja bisa berujung kerusakan syaraf.

3. Perubahan Bentuk Kuku Jari Kaki

Tekanan seluruh berat tubuh ke arah bagian depan kaki bisa mengakibatkan jari kaki berubah bentuk. Hal ini bisa diperburuk lagi bila Anda memakai sepatu berujung lancip. Jika Anda menggunakan sepatu berujung lancip terus menerus dalam waktu panjang, kuku jari kaki akan menjadi rusak, berubah bentuk, dan meningkatkan risiko terkena infeksi jamur.

SOLUSI: Kalau Anda memang harus memakai high heels berujung lancip, pastikan ada ruang yang cukup untuk jari kaki bergerak dengan bebas. Ingat juga, ukuran sepatu dengan ujung normal dan ukuran sepatu dengan ujung lancip agak sedikit berbeda. Pastikan Anda memilih sepatu dengan 1 nomor lebih besar jika menggunakan sepatu berujung lancip.

4. Melemahnya Otot Betis

Meski Anda merasa bahwa otot betis bekerja lebih keras saat memakai high heels, ternyata hasil penelitian membuktikan anggapan tersebut salah besar. Pemakaian sepatu hak tinggi dalam jangka waktu panjang bisa membuat otot kaki bagian bawah, atas, dan belakang kehilangan efisiensi dan kekuatannya. Otot betis justru bisa lebih lemah karena hal ini.

SOLUSI: Untuk mengistirahatkan otot betis, coba sesekali beralih ke sepatu datar. Minimal 3 hari sekali, pakailah sepatu datar agar tapak kaki bisa beristirahat. Fungsi otot dan peredaran darah pun bisa berjalan normal.