Ternyata Haus Berlebihan Bisa Jadi Tanda Penyakit Tertentu Lho!

Ternyata Haus Berlebihan Bisa Jadi Tanda Penyakit Tertentu Lho!

Informasi Terkini – Haus merupakan cara tubuh memberikan sinyal bahwa ia kekurangan asupan cairan. Rasa haus juga tergolong normal karena tubuh memerlukan cairan untuk menjalankan metabolisme tubuh agar ada keseimbangan antar kadar garam dan air dalam tubuh. Namun, pada fase tertentu tak peduli berapa gelas yang telah Anda habiskan, rasa haus tetap datang. Kondisi ini secara medis disebut dengan polydipsia. Untuk mengetahui lebih jauh tentang rasa haus berlebih, yuk simak penjelasan berikut ini.

1. Penjelasan Polydipsia

Rasa haus pastinya dirasakan semua orang. Namun, dalam kasus ini, seseorang dengan rasa haus berlebih disebut dengan polydipsia. Gejala umum yang terjadi adalah rasa haus yang tak berkesudahan, bahkan setelah minum banyak cairan. Selain itu, polydipsia juga disertai dengan kekeringan pada area mulut. Polydipsia dapat berlangsung selama berhari-hari bahkan lebih lama tergantung pada penyebabnya. Salah satu penyebab bisa jadi karena terlalu banyaknya cairan yang keluar dari tubuh atau disebut poliuria. Penderita poliuria mengalami kelebihan kadar gula darah yang menyebabkan cairan banyak dikeluarkan dari tubuh. Oleh karena itu, poliuria dan polydipsia memiliki penyebab yang saling bergantungan.

2. Penyebab Polydipsia

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, polydipsia dapat berlangsung tergantung pada penyebab awalnya. Selain bisa terjadi karena faktor asupan makanan yang terlalu asin atau pedas, polydipsia juga dapat terjadi karena diare, melakukan aktivitas berat, kehilangan banyak darah, dan muntah. Dalam kasus yang lebih berat seperti polydipsia yang bekepanjangan, dapat disebabkan oleh diabetes mellitus, insipidus, dehidrasi atau beberapa penyakit yang berasal dari aliran darah ke dalam tubuh, misalnya gagal jantung, gagal hati, dan gagal ginjal.

Untuk penderita diabetes, polydipsia bisa saja terjadi karena banyak urin yang dikeluarkan dari tubuh sehingga tubuh mengalami dehidrasi. Hal ini pula yang membuat Anda merasa haus karena semakin banyak urin yang keluar semakin sedikit cairan dalam tubuh. Siklus ini akan terus menerus berjalan pada orang yang mengalami diabetes.

3. Cara Mengatasi

Beberapa makanan yang kaya akan cairan bisa dikonsumsi penderita polydipsia seperti seledri, semangka, timun, bayam, tomat, dan melon. Sekitar 85-95% dari makanan tersebut berisi air. Untuk air putih sendiri, tak ada angka yang pas berapa gelas tiap harinya pada setiap orang. Banyaknya konsumsi air yang dibutuhkan tiap orang tergantung pada seberapa banyak mereka beraktivitas, tempat tinggal, dan kesehatan mereka.

Cara lain untuk menentukan berapa banyak cairan yang Anda butuhkan adalah dengan menyediakan satu wadah berisi air yang sudah diukur terlebih dahulu dan meminumnya hanya dari wadah tersebut. Anda kemudian bisa mencatat selama 24 jam berapa banyak air yang sudah diminum atau sudah berapa kali mengisi ulang air pada wadah tersebut.

Ingatlah bahwa cairan tak hanya berasal dari air putih. Seseorang yang mengalami polydipsia juga memerlukan cairan dari makanan dan beberapa jenis minuman seperti jus buah bahkan kopi. Anda juga disarankan untuk menemui dokter jika menemukan berbagai gejala aneh seperti penglihatan yang kabur, suhu tubuh berubah, dan buang air kecil setiap sejam sekali.